Menu Tutup

Mau Dibawa Kemana Pertelevisian Indonesia?

Televisi merupakan media massa yang terbilang ampuh untuk menyampaikan informasi, aspirasi, dan sarana hiburan masyarakat.
Saat ini, sudah banyak Stasiun Televisi yang bersiaran di Indonesia. Entah itu televisi lokal, atau terutama televisi nasional. Berbeda dengan awal perkembangan televisi di negeri tercinta dimana hanya ada SATU lembaga penyiaran, TVRI. Kemudian muncullah televisi swasta pertama di Indonesia, RCTI. Televisi di Indonesia pun terus berkembang hingga saat ini.
 
Mungkin beberapa readers mengalami masa diatas ya… 🙂 dimana dunia penyiaran mengalami kejayaan saat itu.
Kini tahun 2016, dunia penyiaran Indonesia telah berkembang pesat. Banyak televisi di negeri ini sudah dalam format high definition.
Tetapi, masih banyak konten acara yang tidak bermanfaat untuk masyarakat.
Mencontohkan perilaku yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Belum lagi,prinsip Rating Menguasai Segalanya membuat citra buruk Indonesia di mata dunia. Acara dan sinetron (terutama) yang tidak mendidik dan hanya menitikberatkan pada jalan cerita dan rating. Sehingga masyarakat mudah terpapar siaran tidak bermutu tersebut.
Belum lagi, ada beberapa lembaga penyiaran yang seakan-akan menjadi “tangan kanan” partai politik tertentu. Apalagi, kampanye diluar jadwal merupakan pelanggaran hukum dan berlapis. Mengapa? Selain melanggar jadwal kampanye, hal ini juga merupakan penyalahgunaan frekuensi publik.
Semestinya, masalah diatas tidak dianggap remeh. Bagaimana tidak? Masyarakat bisa saja rusak karena tayangan yang tidak pantas dan tidak sesuai usia. Pengawasan badan yang berwajib juga harusnya diperketat. Bukan hanya sensor (yang saat ini dianggap berlebihan) namun juga konten siar yang dianggap sangat tidak pantas.
Harapan kedepannya, Penyiaran di Indonesia terus berkembang pesat. Namun tidak menitikberatkan hanya ke rating.

Baca Juga