Menu Tutup

Ayo TVRI dan RRI! Kalian Pasti Bisa!

Hai Readers!
Saat post ini ditulis, TVRI sudah berumur 54 tahun sedangkan RRI berumur lebih tua lagi yaitu 71 tahun.
Kedua lembaga penyiaran publik (LPP) diatas menjadi pelopor dunia broadcasting di Indonesia. Mirisnya, kedua LPP diatas malah ‘melempem’ ditelan kemajuan zaman.
Diantara kalian mungkin jarang (atau tidak pernah) menonton TVRI dan mendengar RRI kan? Beberapa orang menganggap kalau menonton TVRI dan mendengarkan RRI itu ‘nggak kekinian’. Parahnya lagi, mungkin ada dari kalian yang tidak memiliki channel TVRI atau tahu frekuensi RRI. Semoga saja sih enggak ya.
Jika kalian tahu, sebenarnya TVRI dan RRI itu baik, layak, dan patut untuk disimak lho! Beragam acara yang aman ditonton semua umur, dan beragam program lokal di setiap daerah yang mencerminkan budaya setempat, dan masih banyak lagi.
Jika dibandingkan dengan stasiun televisi dan radio swasta, konten acara mereka masih terlalu ‘Jakartasentris’ (berorientasi ke pemirsa Jakarta), dan program acara yang belum tentu layak untuk semua.
Terlepas dari itu semua, TVRI dan RRI harus bisa lebih fleksibel supaya bisa menjaring lebih banyak pemirsa. Jangan terlalu kaku, terutama dalam format acara.
Jika rencana penggabungan TVRI dan RRI terealisasi, maka itulah saat dimana TVRI dan RRI harus sudah siap bertransformasi menjadi media percontohan.
Perkembangan sarana dan prasarana di kedua LPP tersebut yang bisa dibilang lamban harus segera diatasi oleh pemerintah, agar TVRI dan RRI menjadi lebih baik.
Ayo TVRI! Ayo RRI! Kalian pasti bisa!

Baca Juga