Menu Tutup

Piranti Lunak Bajakan, Masalah Pelik yang Tak Kunjung Hilang

Hai, Readers!
Kamu mungkin sudah sering atau pernah mengatakan petikan dialog ini. Seperti “Eh instalin Windows dong di laptop gua”, “Ada link buat Microsoft Office 2016 yang gratis nggak?”, “Minta serial key buat Adobe After Effects dong gan”, dan lain semacamnya.
Beberapa contoh diatas merupakan bukti nyata tentang pembajakan piranti lunak yang hingga saat ini tak kunjung sirna.
Tahukah kamu readers? Jika kamu menginstal piranti bajakan, kamu sudah melanggar Undang-undang Hak Cipta Pasal 72 ayat 3 yang berbunyi,

“Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)” .

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi kita untuk menggunakan program komputer secara tidak sah.
Tentunya penggunaan piranti lunak bajakan tidak hanya merugikan perusahaan dan/atau developer yang mengembangkan program tersebut, namun juga dapat membahayakan penggunanya. Contohnya saja untuk Windows bajakan. Kamu tentunya tidak akan mendapatkan update dari Microsoft. Selain itu kamu akan lebih beresiko terkena malware juga virus.

BACA JUGA :  Gabungkan AMD & Nvidia, Asus Rilis VivoBook Pro F570 di Indonesia

Mulai Digalakkan

windows_10_wallpaper_default_preview
Penanggulangan dan pencegahan piranti lunak saat ini sedang dilakukan oleh berbagai pihak. Contohnya saja Polri dengan Microsoft, mereka saling bekerjasama untuk menumpas pembajak dan pengguna piranti lunak bajakan.

Ayo Gunakan Piranti Lunak Asli!

Dibutuhkan kesadaran yang tinggi untuk mencegah penggunaan piranti lunak bajakan. Jadi kami di Media Formasi ingin mengajak seluruh readers untuk mencegah dan tidak menggunakan piranti lunak bajakan.
Referensi : Kitab Undang-undang Hukum PidanaDailysocial.id

Baca Juga