Menu Tutup

Arah Divisi Mobile Microsoft Tak Menentu, Harus Ada Revolusi

Hai, Readers!
Beda pemimpin, beda regulasi. Sama seperti negara kita, Microsoft pun demikian. Namun, apa jadinya jika ‘taktik’ Microsoft menjadi kerugian baginya sendiri?
Setelah Steve Ballmer turun dari jabatan CEO, Satya Nadella menjadi pengganti dan menjadi CEO Microsoft ketiga.
Di eranya, Prinsip “Mobile First, Cloud First” menjadi patokan Microsoft dalam menjalankan strategi.

Screenshot_2016-05-26-07-27-22-1
Bill Gates, Satya Nadella, Steve Ballmer

Namun “Mobile First” nampaknya tidak berjalan dengan lancar untuk  platformnya sendiri, Windows Phone.
Layanan Microsoft diperluas ke Platform Android dan iOS. Memang, pengguna layanan seperti OneDrive atau Microsoft Office menjadi lebih banyak. Dilain sisi, layanan tersebut sudah tidak eksklusif untuk Windows. Sehingga orang yang ingin menggunakan layanan Microsoft tidak perlu punya Windows Phone.
Screenshot_2016-05-26-17-20-28-1.png
Windows 10 (c : Microsoft)

Namun Windows yang sempat lesu kini sudah diperbaiki. Hadirnya Windows 10 (yang diposisikan sebagai layanan) menjadi angin segar. Pengguna mulai berbondong-bondong mengupgrade ke Windows terbaru tersebut. Ditambah Upgrade gratis yang ditawarkan untuk pengguna Windows 7 dan 8.1 membuat pasar PC lebih fresh.
Berbeda dengan versi PC, versi Mobile dari Windows 10 justru sangatlah mengecewakan. Perangkat Lumia lawas bahkan yang sudah memenuhi syarat tidak dapat Upgrade pada saat itu.
Screenshot_2016-05-26-16-15-30-1.png
Penjualan device Lumia dari divisi Mobile Microsoft juga sangat rendah. Tidak seperti divisi Surface dan Xbox yang sukses.
Paten Nokia juga sudah dijual ke HMD Global, sehingga feature Phone Nokia sudah tidak diproduksi Microsoft lagi. Bahkan, kini Nokia sudah resmi kembali ke kancah smartphone global.
Rumor lainnya, Divisi Mobile akan dilebur ke divisi Surface. Apakah ini akan menjadi kelahiran “Surface Phone”?
Arah strategi Microsoft di divisi Mobile semakin tidak jelas, bagaimana pangsa pasar mau bertambah jika Windows Phone terus begini?
Bagaimana Pendapatmu? Apa yang harus Microsoft lakukan? Bagikan di Komentar yuk

Baca Juga