Menu Tutup

C, Ku, S, Ka Band Pada Satelit. Apa Keuntungan & Kelemahannya?

Hai readers, satelit adalah alat komunikasi yang digunakan untuk memancarkan data/siaran di bumi. Biasanya sinyal dikirimkan dari stasiun bumi lalu dipancarkan ke satelit & dipantulkan kembali ke bumi melalui antena parabola di daerah jangkauannya (footprint).
Kegunaan dari satelit sendiri ada banyak. Diantaranya untuk pemantauan cuaca, penyiaran, data (VSat atau Very Small Aperture Terminal), pengambilan citra (seperti Google Earth), sistem navigasi, hingga hal-hal berfaedah lainnya. Biasanya satelit memakai gelombang frekuensi C-Band & Ku-Band. Padahal, masih ada yang lainnya seperti S-Band, Ka-band, X-Band, L-Band, dan lainnya.
Akan tetapi, kita khususkan untuk membahas C-Band, Ku-Band, S-Band, & Ka-Band karena itu adalah gelombang frekuensi yang sangat populer. Berikut adalah keunggulan & kelemahan setiap band satelit:

  • C-Band

883629545_555
Ini merupakan band satelit paling populer lantaran gelombang frekuensi ini yang memiliki banyak kegunaan diantaranya untuk VSat, penyiaran, feed, dan lain-lain. Biasanya stasiun televisi/radio memancarkan siarannya di gelombang frekuensi ini sebelum diterima di rumah ataupun untuk di-relay kembali oleh stasiun transmisi, TV berlangganan, serta TV internet. Tak jarang pula ada TV berlangganan yang menggunakan C-Band untuk menyiarkan salurannya seperti Orange TV, K-Vision, & Topas TV di Palapa D. Berikut keuntungan & kelemahannya:
Keuntungan C-Band:

  1. Minim gangguan cuaca
  2. Biaya bandwidth murah
  3. Banyak siaran gratis seperti di Palapa & Telkom-3S, tapi yang diacak juga ada seperti di Measat, Asiasat, Intelsat, dll.

Kelemahan C-Band:

  1. Membutuhkan ruang lebih untuk memasang antena parabolanya (setidaknya berukuran minimal 6 kaki untuk menerima siaran tersebut). Telkomvision yang pernah mengudara di (alm.) Telkom-1 yang antenanya berukuran 3 kaki saja siarannya tidak optimal & gambar seperti DVD rusak.
  2. Mudah terkena interferensi dari suara kendaraan bermotor & gelombang mikro seperti BTS & oven microwave.
  3. Harga peralatan mahal (setidaknya mengeluarkan anggaran sejuta untuk membeli antena parabola & alat penerimanya). Bahkan author pernah dengar kalau dulu pada zaman siaran analog harga seperangkat parabola bisa hampir seharga mobil kala itu & ukurannya “gedhe banget”.
  • Ku-Band
BACA JUGA :  Kolaborasi Trans Media-SM Entertainment Siap Ciptakan I-Pop

ku-band-35cm-satellite-dish-antenna
Ini merupakan gelombang frekuensi yang paling banyak digunakan untuk televisi berlangganan berbasis satelit (VSat juga terkadang memakai ini) lantaran rentang frekuensinya yang besar (11-18 GHz) sehingga cukup menggunakan antena parabola kecil yang tak memakan ruang lebih. Berikut keuntungan & kelemahannya:
Keuntungan Ku-Band:

  1. Antena parabola kecil & mudah dirakit sehingga bisa dibawa kemana saja (selama antenanya bisa dibawa, daerahnya masih menjangkau & tidak terhalang oleh bangunan sekitar)
  2. Bisa diarahkan kemana saja sesuai arah satelit terdekat (selama tidak terhalang bangunan) sehingga lebih fleksibel (ini berlaku bagi kalian pecinta satelit yang suka berburu siaran gratisan)
  3. Bentuk LNB-nya yang kecil & kompak
  4. Bebas dari interferensi elektromagnetik
  5. Meskipun banyak siaran berbayar, tapi banyak juga saluran gratis disini.
  6. Biaya peralatan murah
  7. Sinyal lebih kuat karena berada di frekuensi tinggi

Kelemahan Ku-Band:

  1. Tidak tahan terhadap gangguan cuaca (cara menyiasatinya adalah memaksimalkan sinyal saat cuaca cerah agar tidak terlalu drop & menggunakan antena minimal berukuran 5 kaki)
  2. Biaya frekuensi mahal
  • S-Band

707445029_204
Pada awalnya, gelombang frekuensi ini dipakai untuk kepentingan militer/radar. Seiring berjalannya waktu, gelombang frekuensi ini bisa dipakai pula untuk komunikasi. Cakrawarta-1 menjadi satelit komersial pertama yang menggunakan S-Band & dipakai oleh Indovision mulai 1997 untuk bersiaran digital dengan format MPEG-2 setelah sebelumnya sempat bersiaran analog di satelit Palapa. Penerus dari satelit ini adalah SES-7 yang diklaim oleh Indovision sebagai Indostar-2 yang diluncurkan di 2009 dengan 10 transponder S-Band & kurang lebih 20 transponder Ku-Band untuk TV berlangganan India & Filipina. Berjalan di frekuensi 2-4 GHz, berikut keuntungan & kelemahannya:
Keuntungan S-Band:

  1. Minim gangguan cuaca
  2. Tidak memerlukan ruang lebih untuk antenanya
BACA JUGA :  Resmi Dirilis, Ini Harga Xiaomi Mi 9!

Kelemahan S-Band:

  1. Mudah rentan terhadap suara kendaraan bermotor & interferensi elektromagnetik yang berjalan di frekuensi 2.4 GHz seperti sinyal WiFi, Bluetooth, & telepon rumah nirkabel (yang tidak membutuhkan gagang). Solusi menghindari hal ini adalah memasang aluminium foil berlapis-lapis di LNB & letakkan antena parabola di tempat yang tidak menghadap langsung ke jalan serta sumber WiFi.
  2. Siarannya mayoritas berbayar, anda harus berlangganan ke Indovision untuk menyaksikan acara-acaranya.
  • Ka-Band

inetvu-viasat-exede-ka-band-75cm-mobile-flyaway-terminal
Ka-Band masih cukup asing di Indonesia lantaran penggunaannya yang belum banyak, kebanyakan dipakai untuk kepentingan militer & VSat. Berikut keuntungan & kelemahannya:
Keuntungan Ka-Band:

  1. Benar-benar bebas dari interferensi karena berjalan di spektrum frekuensi yang tak terpakai (26.5-40 GHz)
  2. Kapasitas lebih besar
  3. Hanya membutuhkan antena parabola kecil

Kelemahan Ka-Band:

  1. Harga mahal (baik infrastruktur & peralatan)
  2. Penggunaan masih jarang
  3. Jangkauannya lebih sempit daripada Ku-Band

Itu dia yang bisa saya sampaikan. Bila ada kesalahan mohon maaf serta jangan lupa tinggalkan komentar & Terima kasih.

Baca Juga