Menu Tutup

Quark Browser : Underrated atau Overrated #REPLIKA

Hai MedForians!

Dalam seri #REPLIKA hari ini, kami akan membahas browser yang mungkin belum terjamah oleh banyak orang. Ya, perkenalkan ini adalah Quark Browser. Browser berukuran 30 MB ini mempunyai desain UI dan UX yang menurut kami paling beda dibanding Chrome dan Via (dua browser itu sering kami pakai baik di ponsel ataupun di Remix OS). Mari kita kupas apa yang membuat browser ini istimewa!

1. Desain

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Seperti yang kami bilang di awal postingan tadi, Quark Browser ini mempunyai desain UI yang minimalis bercampur interaksi UX yang benar benar beda dari Chrome. Mengapa demikian, saat kalian mengusap layar ke atas saat homepage, kalian akan diarahkan ke menu bookmark. Dan saat kalian menjelajah internet, gestur tersebut berfungsi sebagai Back To Homepage .

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

2. Performa

Sama seperti kebanyakan browser lainnya, Quark memiliki performa yang “standar”. Saat kami mencoba membuka laman Media Formasi, tidak ada masalah berarti. Namun saat memutar video di Youtube, memang tidak ada lag, tapi kerap kali video kadang tidak muncul sehingga kami perlu me-refresh laman youtube hingga videonya muncul. Selain performa saat menjelajah web, performa saat membuka pengaturan dan beberapa fungsi lainnya terbilang biasa-biasa saja.

3. Fitur Menarik

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ada beberapa fitur menarik yang kami dapati dari Browser ini, salah satunya fitur “labs” atau “Krauq Lab” yang memuat fitur “change Wallpaper” layaknya di Chrome PC yang baru ataupun di browser android terbaik berukuran kecil, Via. Namun ada hal yang disayangkan dari fitur ini, yaitu saat kami memilih wallpaper berwarna gelap, status bar pun tidak berubah warna menjadi putih, sehingga kami pun agak kesulitan saat melihat persentase baterai, jam, indikator sinyal, dsb.

4. Simpulan

Jujur, Quark Browser ini memang memberikan banyak sekali hal yang cukup “wah”. Misal dari antarmuka yang sederhana namun terbaik menurut kami. hingga pengalaman pengguna yang benar benar berbeda dari chrome. Dengan catatan, kalau tidak ada masalah di sektor streaming video dan kompabilitas dengan layar lanskap, karena menurut salah satu pengguna browser ini yang memberikan penilaian di Google Play Store, mereka tidak menemukan mode lanskap. Dan jangan heran kalau ada beberapa hal di browser ini yang menggunakan bahasa Mandarin.

Sekian saja #REPLIKA hari ini, komen di bawah jika ada hal yang ingin disampaikan atau jika ada yang ingin memberikan permintaan untuk mengulas aplikasi lainnya.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×