Menu Tutup

Membangun Sebuah Server “Kecil-Kecil Cabe Rawit” di Rumah

Hai, MedForians!

Apa kamu ingin membangun sebuah server kecil-kecilan untuk kebutuhan seperti: Media Center, penyimpanan dokumen, web server kecil-kecilan untuk toko online, penyimpanan PR, tugas kuliah atau semacamnya? Kenapa tidak mencoba membuat server sendiri di rumah?

Hal terpenting dari sebuah server adalah ketersediaan data yang selalu sedia 24 jam sehari, kapasitas cukup besar, dapat diakses di mana saja saat dibutuhkan, keamanan data yang terjamin, hingga kecepatan jaringan yang dibutuhkan untuk mengunggah atau mengunduh file. Kamu setidaknya membutuhkan budget yang cukup besar untuk membuat sistem server yang berkapasitas cukup lega, bahkan untuk menyimpan ribuan episode anime yang kamu ikuti selama ini. Namun untuk kamu yang berbudget minim tak perlu khawatir! Kamu juga bisa membuat server kecil-kecilan.

Yang kamu perlukan adalah:

Niat, kelistrikan stabil dan cukup untuk menghidupkan PC server, PC server itu sendiri, dan yang terpenting adalah UPS atau Uninteruptable Power Supply. Nah, untuk UPS ini pilihlah yang sesuai dengan daya di rumah dan dapat dengan mudah dimonitor secara berkala. UPS ini berfungsi sebagai daya sementara yang dapat menghidupkan PC Server selama terjadi pemadaman listrik. Namun, ini bersifat sementara dan akan habis sewaktu-waktu. Kamu tentunya juga harus memonitor UPS secara berkala agar kejadian yang tak diinginkan dapat dihindari.

BACA JUGA :  Antisipasi Titip Absen, Universitas di China Pakai AI

Kemudian adalah PC server. Saat ini, bahkan PC dengan spesifikasi desktop biasa pun dapat dijadikan sebagai server dengan konfigurasi tertentu. Namun, kami menyarankan untuk menggunakan prosesor dengan 4-core dan kecepatan diatas 2,5 GHz. Kamu tidak perlu kartu grafis yang cukup canggih dan mahal untuk ini karena kamu sedang merakit PC server, bukan PC untuk Gaming. Untuk RAM, kamu membutuhkan setidaknya 8 GB demi menunjang kecepatan transfer data. Untuk penyimpanan sistem operasi dan penyimpanan server dipisahkan agar file tidak tercampur. Untuk penyimpanan sistem operasi, cukup dengan hard disk 320 GB atau SSD 128 GB. Namun, untuk penyimpanan server, kamu memerlukan setidaknya minimal 1 TB. Kamu membutuhkan lebih dari 1 penyimpanan server. Setidaknya 2 sudah cukup karena 1 untuk diinstal secara langsung di dalam PC, dan satunya digunakan untuk backup.

Selain hardware, kamu juga perlu konfigurasi di dalam sistem operasi dimana kamu akan mengatur drive mana yang akan kamu jadikan penyimpanan server, pengaturan keamanannya dan hak aksesnya, agar datamu tidak kecolongan. Pastikan kamu juga mengatur keamanan jaringannya, gunanya agar datamu aman dari virus, worm, trojan, dsb.

Selanjutnya, kamu membuat penjadwalan untuk pemeliharaan dan cek berkala terhadap PC server kecil-kecilan yang kamu bangun. Juga untuk backup ke penyimpanan yang terpisah agar saat penyimpanan utama bermasalah, kamu dapat mengganti dengan penyimpanan cadangan. Bahkan bila perlu, integrasikan dengan penyimpanan cloud. Namun, saat ingin mengaksesnya, kamu juga memerlukan koneksi internet yang cukup cepat. Selain itu, beberapa situs juga menawarkan penyimpanan terbatas untuk pengguna gratisan dan untuk meningkatkannya, kamu diharuskan untuk meningkatkan akunmu agar penyimpanan dapat bertambah dan semakin lega.

BACA JUGA :  [FOKUS] Mencoba Windows 8.1 pada PC Berspesifikasi Rendah di 2019

Juga, yang perlu diperhatikan adalah letak penyimpanannya. Hindari dari panas berlebih agar resiko kebakaran dapat diminimalisir. Gunakan pendingin udara seperti AC untuk mendinginkan ruangan server, karena PC server bekerja nonstop dan akan terus hidup agar penyimpanan dapat diakses.

Baca Juga Artikel Ini!

×