Menu Tutup

Tabloid BOLA akan Segera Mengakhiri Eranya Oktober Ini

Hai, MedForians!

Kabar duka datang dari dunia media cetak Indonesia, dimana salah satu majalah olahraga unggulan masyarakat Indonesia, Tabloid BOLA, akan segera mengakhiri eranya.

Senja kala media cetak sepak bola semakin terlihat. Setelah Tabloid Soccer yang ‘tenggelam’ per 11 Oktober 2014 dan Harian BOLA yang hilang dari peredaran sejak 1 November 2015, kali ini giliran Tabloid BOLA yang pamit.

Dilansir dari situs kumparan.com, kabar tentang berakhirnya penerbitan Tabloid BOLA ini disiarkan Firzie Idris melalui linimasa akun Twitter pribadinya. Sang Managing Director BolaSport ini mengatakan bahwa Tabloid BOLA akan merilis dua terbitan terakhirnya sebagai tanda perpisahan bagi penggemar sepakbola di Indonesia.

“Berhubung sudah banyak yang bertanya, dua terbitan terakhir BOLA akan hadir pada Jumat (19/10/2018) dan Selasa (23/10), yang merupakan publikasi sebelum kami berpamitan,” tulis Firzie, yang menjadi delegasi BOLA untuk meliput Piala Dunia 2018 lalu.

Jika MedForians sedih mendengar kabar ini, MedForians pantas untuk meluapkan kesedihan itu. Apalagi, BOLA merupakan media legendaris yang sudah menemani dunia olahraga Tanah Air dari generasi ke generasi.

Mulanya, BOLA terbit sebagai sisipan dalam harian Kompas pada 3 Maret 1984. Namun, BOLA dirilis secara terpisah dalam format tabloid empat tahun tahun kemudian. Alasannya satunya, karena ramainya antusias para penggemar sepakbola yang meminatinya. Alasan lain, tak bisa dilepaskan dari kebijakan bisnis perusahaan Kompas Gramedia pada masa lampau saat itu.

Pada era 1970-1980-an, Kompas hanya memberikan satu halaman untuk rubrik olahraga. Dengan hadirnya BOLA, diharapkan berita tentang olahraga bisa lebih banyak. Seperti namanya, BOLA memiliki fokus untuk memberitakan apa yang terjadi di dunia sepak bola. Mulanya hanya rilis sekali seminggu. Namun, di masa jayanya atau pada era 1997-2010, BOLA dirilis dua kali dalam sepekan.

BOLA sangat sering mengirimkan wartawannya untuk mengabarkan apa yang terjadi di turnamen besar. Agenda seperti memberikan laporan pandangan mata perihal apa yang terjadi di Piala Dunia langsung dari tempat kejadian adalah sebuah tradisi bagi media yang kini dipimpin oleh Weshley Hutagalung tersebut.

Maka dari itu, mari bersendu ria, karena kepergian BOLA yang sudah menjadi saksi sejarah perkembangan olahraga di Tanah Air memang sudah sangat pantas untuk ditangisi.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×