Menu Tutup

KPI Sebut Kualitas Program Siaran Televisi Menurun

Hai, MedForians!
Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI menyatakan, kualitas siaran program televisi Indonesia mengalami penurunan di periode Juli-September 2018. Kualitas program siaran yang didasari atas Hasil Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi Periode III itu hanya mencapai nilai rata-rata 2.81 dari standar yang ditetapkan sebesar 3 poin.

Ketua KPI Pusat,Yuliandre Darwis mengatakan, indeks kualitas program siaran periode tiga itu merupakan yang terendah sepanjang survei yang dilakukan sejak awal 2018. Di mana pada periode I, yakni Januari-Maret, rata-rata indeks mencapai nilai 2,84; serta di periode II, April-Juni, mencapai rata-rata nilai 2,87.

“Nilai rata-rata hasil survei di periode ke III ini adalah yang terendah hanya 2.81. Penurunannya mencapai 6 poin dibanding hasil survei sebelumnya,” kata dia saat merilis hasil survei di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin 10 Desember 2018.

Lebih lanjut, Yuliandre mengatakan, hingga periode III itu, tiga kategori program siaran konsisten berada di atas standar indeks yang ditetapkan sebesar 3.00 yakni program wisata dan budaya, program religi dan program talkshow. Sedangkan, tiga kategori program selalu berada di bawah standar nilai 3.00 antara lain program sinetron, variety show, dan infotainment.

BACA JUGA :  Rayakan Ultah ke-23, Mantan Pembaca Berita Liputan 6 'Reunian'

“Adapun dua kategori program siaran selalu fluktuatif nilainya yakni kategori program siaran anak dan berita,” tambah Yuliandre Darwis.

Berdasarkan hasil dari survei 2018 periode III, kata Yuliandre, kategori program siaran wisata dan budaya memperoleh nilai 3.27, program siaran religi 3.13, program siaran talkshow 3.03, program siaran berita 3.01, program siaran anak 2.92, program siaran variety show 2.58, program siaran sinetron 2.28 dan program siaran infotainment 2.20.

“Tiga program yaitu variety show, sinetron, dan infotainment penting mendapat perhatian yang lebih serius oleh stasiun televisi. Untuk program siaran anak perlahan-lahan sudah mendekati indeks 3 dan harus tetap optimis untuk menjadi program yang berkualitas,” ujar dia.

Karena itu, Yuliandre berharap hasil survei tersebut dapat menjadi masukan dan pertimbangan bagi lembaga penyiaran untuk mengembangkan program-program yang secara nilai indeks sudah berkualitas, serta dapat mengarahkan dan memberi pandangan lain para pengiklan untuk beriklan pada program-program yang sesuai dan pantas berdasarkan hasil survei indeks KPI.

BACA JUGA :  Wishnutama Resmi Naik Jabatan Sebagai Komisaris Utama NET

Sebagai informasi, survei yang dilakukan pada 2018 ini bekerja sama dengan 12 perguruan tinggi, yaitu Universitas Sumatera Utara (Medan), Universitas Andalas (Padang), Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ (Jakarta), Universitas Padjadjaran (Bandung), maupun Universitas Diponegoro (Semarang).

Di samping itu, juga ada Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (Yogyakarta), Universitas Negeri Surabaya (Surabaya), Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin), Universitas Tanjungpura (Pontianak), Universitas Udayana (Denpasar), Universitas Hasanuddin (Makassar), serta Universitas Pattimura (Ambon).

Sumber : Viva News

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×