Menu Tutup

Aliansi Jomblo Jepang: Valentine adalah Produk Kapitalisme Romantis

Hai, MedForians!

Kakumeiteki Himote Domei,  atau Aliansi Revolusioner Pria Tidak Populer melakukan unjuk rasa pada Sabtu (9/2) lalu di Shibuya, Tokyo. Aliansi ini terbentuk pada tahun 2006 dan selalu menggelar aksi yang sama setiap tahun di Shibuya, Jepang. Mereka menentang hari Valentine yang disebut sebagai produk kapitalisme dan konspirasi dari pabrik permen. Selain hari Valentine, mereka juga menentang White Day serta Malam Natal.

Meskipun suhu disana saat itu mencapai titik nol derajat Celcius, namun semangat mereka dalam menentang “Kapitalisme Romantis” mengalahkan dinginnya Tokyo. Ditambah, orasi yang dilakukan oleh Takayuki Akimoto sebagai pimpinan aliansi ini.

Takayuki menyapa para peserta unjuk rasa, dan memberikan pujian atas perjuangan aliansi ini menentang “Kapitalisme Romantis” dan “Konspirasi Pabrik Permen”. Ia juga mengklaim bahwa akhir-akhir ini banyak wanita yang menghabiskan hari valentine sendirian dan merasa bosan akan perayaan ini. Ia bersama kelompoknya yakin bahwa mereka akan membawa perubahan sosial terhadap masyarakat saat ini.

BACA JUGA :  Nana Mizuki Bakal Jadi Seiyuu Carol Danvers/Captain Marvel

Selain berorasi, mereka juga melakukan perbarisan di pinggir jalan sambil meneriakkan “Hancurkan Valentine!” dan “Hancurkan Kapitalisme Romantis!”.

Aliansi ini menentang budaya giri choco, yakni budaya memberikan cokelat oleh seorang gadis kepada seorang pemuda yang ia sukai. Menurut aliansi ini, budaya ini menyakiti hati seseorang yang tidak memiliki hubungan romatis.

Namun, menurut BBC, terdapat budaya baru dalam pemberian cokelat kepada seseorang. Bukan hanya kepada seseorang yang disuka, namun juga kepada sahabat dan orang sekitar. Budaya ini disebut sebagai Tomo Choco.

Sebelumnya menjelang hari Natal tahun 2017 lalu, aliansi ini juga menentang kencan Malam Natal. Mereka meneriakkan kata-kata kontra terhadap kencan Malam Natal dan ingin menghancurkannya.

BACA JUGA :  Psycho Pass 3 Dipastikan Tayang Oktober 2019

Kamu dapat menonton demonstrasi tersebut melalui video YouTube berikut.

Sumber: BBC dan SoraNews24

Baca Juga Artikel Ini!

×