Menu Tutup

Epic Store Diduga Curi Data Pribadi Pengguna dari Steam

Epic Store Diduga Curi Data Pribadi Pengguna Dari Steam

Hai MedForians!

Epic Games Store, sebagai salah satu platform yang mengguncang iklim penjualan game-game digital di platform. Kebjikan Epic Game Store adalah bagi hasil yang merupakan strategi yang menguntukan bagi para developer beserta dengan kontrak pemasaran eksklusif. Dua kebijakan diatas merupakan modal utama dari Epic Games Store dalam berdunia bisnis.

Namun, kali ini Epic Games Store membuat kontroversi yang cukup viral di media. Isu tentang bocornya informasi data friendlist pengguna Steam berkat peran program launcher Epic Games Store. Rupanya, Epic Games Store semakin terkoar oleh para pihak-pihak yang merasa dirugikan.

Dikutip dari Gamebrott.com, hal ini diawali dari kesaksian yang telah terungkap oleh salah satu netizen di resetera dan berita tersebut sudah mulai menyebar di Reddit. Kesaksianya tersebut adalah bahwasanya launcher dari Epic Games Store ini punya suatu bentuk program yang akan secara otomatis melacak lokasi program Stam berada. Setelahnya, Epic Games Store akan mengcopy satu file yang dimiliki steam yaitu localconig.vdf, lalu membuatnya dalam bentuk enkripsi. File tersebut merupakan file yang berisikan tentang data-data umum pengguna Steam seperti data friendlist game, data game yang user punya, dan data-data umum lainnya.

BACA JUGA :  Game Dragon Nest Server Indonesia Dikonfirmasi Tutup Awal Juli 2019

Jubir dari Epic Games Store, Daniel Vogel, langsung memberikan klarifikasi resmi bahwa system pelacakan ini sama sekali tidak akan membahayakan keaamanan data para user. Ia juga menjelaskan bahwa Epic memang menggunakan system tracking pixel (tracking.js) di dalamnya. Hal tersebut merupakan hal tidak asing demi melacak statistic perkembangan platform dan keperluan berkomunikasi. Daniel menjamin Kopian file localconig yang sudah terenkripsi juga tidak akan dikirim langsung ke pihak Epic, kecuali user mengimport friendlistnya ke Epic. Sehingga data friendlistnya saja yang dapat diketahui.

Demi menutup keraguan para user, Daniel juga menginfokan bahwa pendirian Epic murni berasal dari ide Tim Sweeney selaku CEO. Tidak ada campur tangan pihak shareholder manapun yang memengaruhi pengembangan platform penjualan game berbasis digital ini. Tim Sweeney juga angkat bicara dan mengakui bahwa adanya kesalahan yang telah para timnya lakukan terhadap masalah tersebut.

Permohonan Maaf

Tim juga meminta permohonan maaf lalu menjelaskan jika pengiplementasian system pelacakan tersebut memang agak lampau. Lampau dikarenakan hasil dari sisa-sisa proyek awal pengembangan game Fortnite. Tim pun berjanji untuk segera menyelesaikan masalah ini.

Kecurigaan Pihak Valve

Sementara itu, Valve mulai mencium aksi mencurigakan dari Epic. Saat ini Valve sedang menyelidiki file-file apa saja yang telah mereka ambil. Doug Lombardi selaku jubir dari Valve menegaskan bahwa file tersebut memiliki isi data-data privat pengguna dan merupakan tindakan kecurangan. Dengan kata lain, Valve menilai bahwa Epic tidak seharusnya melakukan hal tersebut dan menjadikannya asset file mereka seenaknya.

BACA JUGA :  Perpanjang Kerja Sama, Sampul PES 2020 Hadirkan Messi-Ronaldinho

Jika hanya demi mengumpulkan data friendlist para user, pihak Valve dan Epic terlihat sepakat jika Epic seharusnya bisa berinisiatif. Epic Games seharusnya juga bisa memanfaatkan Steam API dari pada menerobos program dalam yang dimiliki Steam.

Bagaimana MedForians? apakah masalah ini akan terus di tindak hukum? jangan lupa untuk memberikan tanggapannya!

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×