Menu Tutup

Teroris Christchurch Sebut Namanya, PewDiePie Angkat Bicara

Hai, MedForians.

Tragedi memilukan menimpa Selandia Baru pada Jumat (15/3) ini. Penembakan terjadi di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, yang sejauh ini dilaporkan telah menewaskan 40 orang dan ada 20 orang mengalami luka-luka.

Dilansir dari Kumparan, Teroris melakukan penembakan secara brutal di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood Ave ketika para jemaah sedang beribadah salat Jumat. Pelaku penembakan brutal di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru sempat menayangkan aksi brutalnya via layanan live streaming di internet.

Seperti dilansir media lokal Selandia Baru, The New Zealand Herald oleh detikcom, Jumat (15/3/2019), dalam live streaming itu, pelaku menyebut namanya sebagai Brenton Tarrant. Nama itu mengarah pada seorang pria kulit putih berusia 28 tahun kelahiran Australia.

Dalam video siaran langsungnya itu, Tarrant sempat mengucapkan “Subscribe to PewDiePie” sebelum memulai aksi penembakan sadisnya di Masjid Al-Noor. Video live streaming berdurasi 17 menit itu telah dihapus dari internet oleh otoritas terkait.

Tangkapan Layar siaran langsung Pelaku Penembakan di Selandia Baru

Ini Reaksi PewDiePie

PewDiepie, yang memiliki nama asli Felix Kjellberg, merupakan YouTuber terpopuler saat ini dengan jumlah 89 juta subscriber. Pria berusia 29 tahun itu mengaku telah mendengar kabar jika teroris tersebut menyebut namanya ketika sedang beraksi.

“Baru saja mendengar berita tentang laporan mematikan dari Christchurch Selandia Baru. Saya merasa sangat muak nama saya disebut oleh orang ini, Hati dan pikiran saya tercurahkan untuk para korban, keluarga korban, dan semua yang terdampak dari tragedi ini,” ungkap PewDiePie, melalui akun Twitter resminya.

Frase “Subscribe to PewDiePie” merupakan frase populer yang digunakan untuk menunjukkan dukungan kepada PewDiePie. Dukungan ini dilakukan untuk mendorong jumlah subscriber PewDiePie yang sedang dikejar oleh channel perusahaan hiburan asal India, T-Series.

Segenap kru dan tim redaksi Media Formasi turut berdukacita dan mengecam keras atas aksi penembakan dan teror ini.

MedForians Wajib Baca Ini!