Menu Tutup

Setelah India, Nepal Larang Game PUBG

Setelah India, Nepal Larang Game PUBG

Hai, MedForians!

Berita terbaru hadir dari game PUBG. Setelah India, kini giliran Nepal yang resmi melarang warganya bermain game PUBG.

Dilansir dari Kompas Tekno, Jumat (12/4), PUBG dilarang oleh pemerintah Nepal karena dianggap memberi dampak buruk pada anak-anak dan remaja karena bisa membuat kecanduan.

Menurut Wakil Direktur Otoritas Telekomunikasi Nepal (NTA), Sandip Adhikari, anak-anak dan remaja di sana seharusnya berkutat dengan hal-hal yang lebih positif seperti aktivitas akademis di sekolah maupun tugas-tugas lainnya.

Bahkan, PUBG pun dianggap memberi efek buruk pada pikiran para pemainnya.

“Kami sudah meminta pemblokiran PUBG karena game ini bersifat adiktif untuk anak-anak dan remaja,” ungkap Adhikari.

Pemblokiran ini berawal dari laporan sejumlah orang tua dan sekolah yang mengeluh bahwa adanya unsur kekerasan dalam permainan tersebut dapat membuat anak-anak jadi lebih agresif.

BACA JUGA :  Rayakan Kolaborasi Dengan Azur Lane, Kizuna AI Bakal Jadi Kapal!

Menurut Pengawas Senior kepolisian Nepal, Pratap Singh, laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti ke Pengadilan Distrik Kathmandu untuk kemudian meminta izin untuk memblokir PUBG.

Pengadilan kemudian mengabulkan permintaan tersebut dan mengirimkan surat rekomendasi ke Otoritas Telekomunikasi Nepal. Kendati demikian, Adhikari mengatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan terjadinya insiden yang terkait dengan PUBG. Namun pemerintah tetap menindak lanjuti laporan serta permintaan yang ada.

Mengikuti permintaan tersebut, pemerintah Nepal telah meminta seluruh penyedia jasa internet (ISP), operator seluler, dan penyedia jasa lain yang berhubungan dengan game online memblokir seluruh akses pada game PUBG.

Pemblokiran tersebut telah dilakukan sejak Kamis (11/4). Masih belum ada konfirmasi dari pihak PUBG sendiri terkait pemblokiran di Nepal.

BACA JUGA :  Sony Umumkan Bocoran Prosesor Yang Digunakan PlayStation 5

Sebelumnya, India juga melarang permainan ini dengan alasan yang sama. Bahkan di India, sempat terjadi kasus bunuh diri dan beberapa kasus kriminal lain yang disebabkan game ini. Sementara itu di Benua Eropa, Jerman pun melarang game ini dimainkan oleh warga berusia di bawah 16 tahun.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

Loading...
×
.entry-content > img[data-lazy-type=image]