Menu Tutup

Status “Decacorn” GO-JEK Dipertanyakan

Status “Decacorn” GO-JEK Dipertanyakan

Hai, MedForians!

Sepertinya laporan sebelumnya memiliki kejanggalan!

Laporan Riset

Beberapa waktu lalu, laporan lembaga riset CB Insight dalam The Global Unicorn Club memasukkan nama GO-JEK sebagai salah satu startup yang menyandang status decacorn.

Dengan ini, maka GO-JEK dikatakan menjadi perusahaan startup Indonesia pertama yang memiliki gelar tersebut.

Dipertanyakan

Namun, status tersebut kini kembali dipertanyakan kebenarannya. Menurut laporan CB Insight, valuasi GO-JEK kini sudah menembus angka 10 miliar dollar AS. Namun ada sumber yang mengatakan bahwa nilai valuasi GO-JEK saat ini sebenarnya belum mencapai angka tersebut.

Dikutip dari KompasTekno dan TechCrunch, sumber tersebut mengatakan bahwa valuasi GO-JEK baru “mendekati” angka 10 miliar dollar AS. Sehingga, GO-JEK belum dapat dikategorikan sebagai startup dengan status decacorn. 

Selain itu, hasil riset CB Insight mengenai status decacorn ini mengundang banyak tanda tanya. Hal ini dikerenakan CB Insight tidak menjelaskan secara detail mengenai sumber data dan dari mana angka tersebut muncul.

Berdasarkan laporan TechCrunch pada awal Februari 2019 lalu, Go-Jek tecatat mendapat kucuran dana segar dari Google, Tencent, dan JD untuk investasi putaran F.

Pada waktu itu, diketahui bahwa nilai valuasi GO-JEK masih berada pada kisaran antara 9 hingga 10 milliar dollar AS, namun tidak menyebutkan berapa angka pastinya.

Sehingga, masih ada kemungkinan bahwa valuasi perusahaan ini memang belum mencapai 10 millar dollar AS dan baru “mendekati” nilai tersebut. Dikabarkan juga setelah invetasi terakhir, yaitu putaran F, belum ada lagi kucuran dana yang berpotensi mengubah valuasi perusahaan inimenjadi lebih besar.

Miskomunikasi

Kemudian, laporan TechCrunch juga menambahkan bahwa tampaknya CB Insights mengambil batas atas 10 miliar dollar AS.

Angka tersebut kemudian banyak dikutip oleh media sebagai valuasi GO-JEK saat ini. Hal serupa juga dialami oleh pesaingnya, Grab. CB Insight juga mencantumkan valuasi yang tak jauh dari angka 10 miliar dollar AS untuk Grab, yakni sebesar 11 miliar dollar AS.

Padahal pada kenyataannya valuasi Grab telah mencapai angka 14 miliar dollar AS. Selain itu, belum ada pengumuman resmi dari perusahaan asal Indonesia ini tentang status decacorn yang diraih olehnya.

Saat ditanya mengenai pemberian status ini, Chief of Corporate Affairs GO-JEK, Nila Marita, memberi tanggapannya.

“Kami baru mendengar mengenai kabar tersebut dan bersyukur ada lembaga independen yang memvalidasi kesuksesan kami dalam meningkatkan nilai perusahaan, tanpa kami perlu membuat pengumuman,” ungkap Nila.

Bagaimana, MedForians? Apakah kalian setuju dengan laporan ini? Yuk berikan tanggapannya!

 

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×