Menu Tutup

Bukan Pembatasan Medsos, Ini Alasan Susah Sinyal di Gedung MK

Hai, MedForians!

Sepertinya banyak masyarakat yang mengeluh susah akses internet di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK)!

Tidak Diblokir

Mahkamah Konstitusi pada Kamis (27/6/2019), menggelar sidang putusan sengketa hasil Pilpres pada pukul 12.30 WIB.

Jelang pembacaan putusan tersebut, Kominfo menyatakan belum akan melakukan pembatasan terhadap fitur media sosial. Hal tersebut diutarakan Plt Kepala Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu.

Menurut pria yang akrab disapa Nando itu, Kemenkominfo sampai saat tidak melakukan pembatasan fitur medsos karena suasana masih cenderung kondusif.

Dilansir dari KompasTekno, Ferdinandus mengatakan bahwa saat ini belum terlihat adanya eskalasi hoaks ataupun hasutan provokatif di media sosial maupun aplikasi pesan instan. Alhasil Kominfo tidak memiliki alasan untuk melakukan pembatasan tersebut.

“Sejauh ini tidak terjadi peningkatan atau eskalasi hoaks dan hasutan provokatif, belum ada alasan untuk melakukan pembatasan fitur medsos,” ungkap Ferdinandus kepada KompasTekno, Kamis (27/6/2019).

Terlalu Banyak Orang di Satu Tempat

Penumpukan massa di satu titik secara bersamaan akan memunculkan gangguan sinyal telekomunikasi. Hal ini pula yang potensial terjadi di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK). 

Secara sederhana, kondisi seperti ini memang menyebabkan jaringan telekomunikasi penuh karena banyaknya pengguna ponsel yang ada di tempat tersebut. Pemicu penurunan kualitas atau bahkan menghilangnya sinyal di ponsel itu turut berkaitan pula dengan Base Transceiver Station (BTS).

BACA JUGA :  Gojek Bakal Hadirkan Konten Anime dan Jejepangan di Indonesia

Dilansir dari detikINET, “Kalau soal sulit sinyal tergantung kondisinya. Logikanya kalau ada massa dalam waktu yang bersamaan berkumpul di satu tempat dan mengakses layanan seluler pada saat yang bersamaan tentunya berarti BTS-nya harus melayani permintaan yang simultan dan langsung traffic-nya penuh,” kata pengamat TI Alfons Tanujaya.

Alfons memberi contoh keramaian di sebuah pertunjukan konser. Misalnya ketika kita membuka Instagram, biasanya akan sulit diakses karena semua orang yang nonton konser menggunakan layanan seluler yang sama untuk mengakses internet.

“Dan BTS ini yang harus mengatur antrean layanan. Pasti kecepatan, jangkauan dan keandalan layanan seluer terpengaruh,” ujarnya. 

Alfons menguraikan, setiap BTS memiliki kapasitas dan punya keterbatasan maksimal pengguna yang terkoneksi. Jika melebihi kapasitas, maka otomatis akan menurun kualitas jaringannya. 

Solusi

Supaya kalian bisa mengakses internet dengan mudah, kalian hanya perlu untuk berpindah tempat ke area yang tidak terlalu ramai.

BACA JUGA :  Xiaomi Indonesia Konfirmasi Bawakan Redmi Note 8 Reguler & Pro

Dengan demikian, perangkat akan lebih optimal mendeteksi sinyal dari BTS yang ada di sekitar lokasi, meski hal itu tidak menjamin kestabilan sinyal. 

Kalau terpaksa masih berada di dekat lokasi keramaian, Alfons menyarankan agar sebisa mungkin jangan dulu mengkonsumsi data dalam kapasitas besar seperti download, upload atau streaming video. 

“Kalau WhatsApp, diatur jangan otomatis unduh gambar, suara apalagi video. Mode teks saja. Kalau kepepet komunikasi susah terpaksa gunakan SMS atau metode teks lainnya karena tidak harus realtime seperti voice call,” tutupnya.

Bagaimana, MedForians? Apakah kalian juga sempat kesulitan membuka media sosial? Yuk berikan tanggapannya!


Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×