Menu Tutup

Malaysia Mulai Kampanyekan Transisi Siaran dari Analog ke Digital

Hai, MedForians!

Siaran digital baik televisi maupun radio memberikan banyak keuntungan dibandingkan siaran analog. Baik itu kualitas audiovisual yang jernih, subtitel dalam berbagai bahasa, hingga dapat melihat jadwal acara.

Setelah beberapa negara, termasuk Inggris, Jepang, dan Singapura yang sudah beralih sepenuhnya ke siaran digital, kini satu lagi tetangga kita akan mengucapkan selamat tinggal untuk siaran analog.

Ya, Malaysia saat ini sudah mulai mengkampanyekan untuk beralih ke siaran digital baik itu televisi maupun radio. Malaysia sudah sejak jauh hari mencanangkan transisi siaran dari analog ke digital. Tanggal 19 November 2014, lembaga MYTV Broadcasting diresmikan di Cyberjaya, Selangor.

Sejak 2017 lalu, iklan transisi siaran dari analog ke digital sudah digaungkan. Namun, makin kesini iklan tersebut makin masif. Jika sebelumnya hanya membandingkan antara siaran analog dan digital, saat ini yang diiklankan adalah info seputar instalasi siaran digital terestial.

Iklan layanan masyarakat tentang kelebihan siaran digital di Malaysia.

Untuk siaran digital melalui terestial, Malaysia melalui Kementerian Komunikasi dan Multimedia mencanangkan myFreeview. Apa itu myFreeview? myFreeview adalah inisiatif dari pemerintah Malaysia untuk menyediakan tayangan digital gratis bagi seluruh masyarakat disana.

Artinya, berbeda dari siaran satelit ataupun kabel, siaran terestial tidak dikenakan biaya langganan. Nantinya seluruh stasiun, baik itu di bawah RTM ataupun Media Prima Berhad dapat disaksikan melalui myFreeview.

BACA JUGA :  Blackpink Raih 3 Penghargaan di E! People’s Choice Awards 2019

Konsep ini juga serupa dengan Freeview asal Britania Raya, yang merupakan proyek kerjasama antara BBC, ITV, Channel 4, Sky, dan operator transmisi Arqiva.

Iklan layanan masyarakat yang memperkenalkan myFreeview.

Selain RTM maupun Media Prima Berhad, wilayah Johor akan mendapat siaran dari Singapura, dan wilayah Sabah akan mendapat siaran dari Brunei Darussalam.

Seperti instalasi siaran digital di Singapura, myFreeview juga menawarkan 2 cara untuk menikmati tayangan digital. Cara pertama adalah menggunakan set top box, dan yang kedua adalah tanpa menggunakan STB.

Jika tidak menggunakan STB, perangkat televisi harus dilengkapi dengan built in tuner yang sudah disertifikasi. Malaysia sendiri menetapkan DVB-T2 sebagai standar penyiaran digital mereka.

Iklan layanan masyarakat seputar pemasangan dekoder siaran digital terestial.

Untuk informasi lebih lanjut dan melihat jawaban atas pertanyaan yang sering ditanyakan, MedForians dapat melihatnya melalui situs resmi myFreeview berikut.

Sejarah Singkat Pertelevisian Malaysia

Siaran televisi analog sendiri sudah dimulai di Malaysia sejak 1963 lalu. Radio Televisyen Malaysia atau RTM menjadi stasiun televisi pertama yang bersiaran disana. Pada tahun 1978, dimulailah siaran televisi berwarna di negara itu. Tahun 1984 jadi tahun kelahiran TV3. Dan pada tahun 2003, TV3 bersama NTV7, 8TV, dan TV9 membentuk Media Prima Berhad.

BACA JUGA :  Dua Stasiun Televisi Nasional Ini Siap Lakukan Simulcast Awal 2020

Tahun 1996, siaran televisi melalui satelit dimulai. Astro menjadi stasiun televisi pertama yang bersiaran di satelit Measat. Hampir satu dekade berlalu, tepatnya pada 2010, HyppTV yang merupakan layanan IPTV diluncurkan.

Belum diketahui kapan penonaktifan siaran analog di negara tersebut. Namun, mereka telah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari untuk mengikuti perkembangan pertelevisian di dunia yang semakin maju.

Jika beberapa negara tetangga sudah mulai beralih, bagaimana dengan negara kita?

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×