Menu Tutup

Tangkal Hoaks, Twitter Akuisisi Startup Fabula AI

Hai, MedForians!

Berita terbaru hadir dari Twitter. Twitter baru saja mengakuisisi startup Fabula AI yang fokus dalam deep learning.

Dikutip dari CNet melalui detikINET, Rabu (5/6), startup Fabula AI diketahui sedang mengembangkan teknologi untuk mendeteksi hoaks dengan melihat pola penyebaran berita palsu dan berita asli.

Twitter mengatakan bahwa startup yang berbasis di London tersebut memiliki tim peneliti machine learning (ML) kelas dunia yang menggunakan graph deep learning untuk mendeteksi manipulasi jaringan.

“Hasilnya adalah kemampuan untuk menganalisis dataset yang sangat besar dan rumit untuk mendeskripsikan hubungan dan interaksi, dan untuk menghasilkan sinyal dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh ML tradisional,” kata CTO Twitter Parag Agrawal.

Fabula AI memiliki teknologi yang disebut Geometric Deep Learning. Teknologi ini memiliki tingkat kesuksesan dalam mendeteksi hoax mencapai 93%.

Agrawal mengatakan akuisisi ini akan membantu Twitter untuk meningkatkan kualitas percakapan dan membuat pengguna merasa aman di platform-nya. Sistem yang dikembangkan oleh Fabula AI nantinya dapat diperluas untuk menghentikan spam dan bentuk penyalahgunaan lainnya hingga 93%.

Dalam pengumumannya, Twitter tidak mengungkap berapa mahar yang mereka keluarkan untuk mengakuisisi Fabula AI. Nantinya, tim peneliti dari Fabula AI akan bekerjasama dengan grup riset internal yang dipimpin oleh Head of ML/AI Engineering Twitter, Sandeep Pandey.

Akuisisi ini sepertinya dilakukan Twitter untuk mempersiapkan platform-nya dari serangan hoaks menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 2020.

Ini bukan pertama kalinya perusahaan media sosial mengakuisisi startup untuk memerangi hoaks. Tahun lalu, Facebook telah mengakuisisi startup Bloomsbury AI yang mengembangkan natural language processing yang dapat digunakan untuk mendeteksi hoaks.

Sementara itu, diketahui bahwa sebelumnya Twitter telah menghapus lebih dari 2.800 akun palsu yang terkait ke Iran pada awal Mei. Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh perusahaan cybersecurity AS FireEye, beberapa akun Twitter menyamar sebagai kandidat kongres Republik AS untuk mendorong pesan politik pro-Iran.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×