Menu Tutup

Terlalu Asyik Main PUBG, Remaja 16 Tahun Asal India Meninggal Dunia

Hai, MedForians!

Berita duka hadir dari India. Remaja 16 tahun di Madhya Pradesh, India, ditemukan meninggal dunia akibat lupa waktu bermain game online PUBG Mobile, atau Player Unknown Battle Ground.

Dilansir dari Press Trust of India melalui iNews, Sabtu (1/6), dia diduga mengalami serangan jantung setelah 6 jam bermain PUBG di telepon genggam.

Setelah 6 jam bermain, kondisinya menurun dan bahkan tak bisa merespons apa-apa lagi. Keluarga membawanya ke rumah sakit, di sana dokter menyatakan Furkan meninggal.

“Saya memeriksanya, dia sudah tidak responsif. Detak jantungnya berhenti. Saya mencoba yang terbaik tapi dia sudah meninggal,” kata dokter ahli jantung, Ashok Jain.

Dokter spesialis jantung lainnya, Vipul Garg, menganalisis, ada kemungkinan Furkan mengalami gagal organ karena euforia dengan kemenangan saat bermain PUBG Mobile.

“Anak-anak sekarang banyak terlibat secara mental dalam bermain game pertempuran di ponsel, sehingga emosinya tinggi karena gembira. Mereka sering menjadi mangsa serangan jantung. Anak-anak harus dijauhkan dari permainan seluler semacam itu,” kata Garg.

BACA JUGA :  Game Muv-Luv Photonmelodies Siap Rilis Akhir Juli Nanti Untuk PC

Insiden tewasnya Furkan sebetulnya membuat syok pihak keluarga. Pasalnya, Furkan tak punya riwayat sebagai anak sakit-sakitan.

Hanya saja, sebagaimana dilansir GadgetsNow via Tribun, Furkan memang dikenal sebagai pecandu game PUBG Mobile. Menurut pihak keluarga, dalam sehari, Furkan bisa menghabiskan waktu 18 jam untuk bermain game ini.

Sebelum meninggal, korban sempat marah dan emosional akibat kalah bermain. Kemudian, korban tak sadarkan diri.

Menurut keterangan dokter, penyebab Furkan meninggal dunia karena serangan jantung, yang dipicu oleh naiknya hormon adrenalin.

“Rasa ketertarikan berlebihan pada video game bisa menimbulkan luapan adrenalin, menyebabkan tachycardia, gejala yang bisa meningkatkan detak jantung, dan serangan jantung,” kata dokter yang menangani Furkan.

BACA JUGA :  Update Global Pertama StoneAge World Ungkap Machine Invasion

Sementara itu, pejabat kepolisian setempat, Ajay Sarwan, mengaku belum mendapat laporan mengenai kasus kematian akibat bermain PUBG.

Permainan online ini dipersalahkan atas banyak kasus, seperti hilangnya minat belajar anak-anak, perubahan perilaku, perceraian, hingga kematian.

Di India, PUBG dilarang di beberapa kota, seperti Gujarat. Alasannya karena mengubah perilaku anak-anak menjadi keras.

Kembali ke Atas

BACA JUGA

×