Menu Tutup

Ulama Aceh Haramkan Game PUBG dan Sejenis, Ini Alasannya!

Hai, MedForians!

Berita terbaru hadir dari dalam negeri. 47 Ulama yang tergabung Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa mengharamkan permainan game PlayerUnknown’s Battlegrounds atau yang lebih dikenal dengan PUBG, serta permainan sejenisnya.

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (19/6), Fatwa itu dikeluarkan setelah melakukan kajian dan dengar pendapat bersama pakar Informasi dan Teknologi (IT), psikolog dan Fiqh Islam secara mendalam saat sidang paripurna Ulama ke-III Tahun 2019 selama dua hari.

“MPU Aceh mengeluarkan fatwa permainan game PUBG dan sejenisnya haram hukumnya di Aceh,” kata Wakil Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali.

Menurut Faisal, pertimbangan MPU Aceh mengeluarkan fatwa haram terhadap PUPG dan sejenisnya itu karena hasil kajian pakar dan ahli, dengan permainan game online itu dapat mengubah perilaku dan mengganggu kesehatan.

“Hasil kajian yang kecanduan main game PUPG dan sejenisnya sangat mudah emosi, anak-anak kalau dilarang oleh orangtua cepat marah dan melawan. Kalau sudah punya istri saat dilarang juga marah sama istrinya,” katanya.

BACA JUGA :  Valve Umumkan Game Half-Life: Alyx Berbasis VR

Setelah mengeluarkan fatwa haram terhadap game PUPG, Faisal menyebutkan MPU Aceh juga melahirkan sejumlah rekomendasi kepada pihak terkait untuk mengawasi dan menyosialisasikan fatwa haram game PUPG dan sejenisnya kepada masyarakat.

“Tentunya fatwa ini selanjutnya harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, orangtua dan penyedia jaringan internet,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan 47 anggota MPU sepakat akan hasil sidang.

“Itulah makanya setelah dua hari dikaji dan mendatangkan para ahli, kita simpulkan bahwa bermain game itu adalah haram,” kata Faisal.

“Mereka (47 anggota MPU) sepakat hukum bermain PUBG haram,” imbuhnya.

MPU Aceh juga turut merekomendasikan mengenai warung internet (warnet) tidak membuat bilik tertutup. Anak-anak tidak boleh ke warnet pada waktu belajar sekolah, dan ketentuan game-game yang bisa dimainkan oleh anak-anak.

BACA JUGA :  Setelah 2 Tahun Menunggu, Akhirnya CS:GO Rilis Operation Baru "Shattered Web"

“Kami berharap kepada pemerintah untuk berupaya agar bisa memblokir konten-konten game yang mengajarkan kekerasan baik fisik maupun psikologi kepada generasi masa depan kita,” ujar Faisal.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×