Menu Tutup

UPN Jakarta Buka Jalur Prestasi Bagi Youtuber dengan 10.000 “Subscribers”, Ini Alasannya!

Hai, MedForians!

Berita terbaru sekaligus mengejutkan hadir dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta. Mereka melakukan penerimaan mahasiswa baru melalui beberapa jalur pendaftaran pada tahun ini.

Selain melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019, UPN Veteran Jakarta juga membuka pendaftaran melalui jalur mandiri.

Jalur mandiri ini dibagi menjadi Ujian Tertulis Berbasis Kompetensi (UTBK) sebagai kriteria kelulusan, serta Jalur Prestasi yang menggunakan gabungan nilai UTBK dan prestasi akademik atau non-akademik.

Dikutip dari Kompas.com, hal yang membuat menarik dari jalur prestasi tersebut adalah adanya kesempatan bagi para Youtube Content Creator alias “Youtuber” untuk bergabung menjadi mahasiswa, dengan syarat memiliki paling sedikit 10.000 subscriber.

Persyaratan ini menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen, baik di Twitter, Instagram, hingga Facebook.

Jalur Prestasi yang diperuntukkan bagi YouTuber ini memang merupakan kebijakan baru yang mulai efektif diterapkan di UPN Veteran Jakarta pada pendaftaran mahasiswa baru tahun angkatan 2019/2020 ini.

Selain itu, Jalur Prestasi juga membuka kesempatan kepada calon mahasiswa yang mempunyai prestasi di bidang olimpiade sains, olahraga, dan seni di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, dan internasional dalam tiga tahun terakhir.

BACA JUGA :  Jual Dakimakura Love Live! Sunshine!! NSFW dan KW, Pria Paruh Baya Ini Diciduk Polisi

Calon mahasiswa yang hafiz Al Quran minimal 5 juz dan ketua OSIS paling tidak dalam satu periode juga termasuk dalam pertimbangan melalui Jalur Prestasi.

Adapun pendaftaran Sema UPNVJ 2019 dibuka pada 12 – 21 Juli 2019 dan dilakukan secara online dengan mengakses langsung ke https://pendaftaran.upnvj.ac.id/ .

Konfirmasi terkait persyaratan 10.000 Subscribers

Adanya persyaratan bagi Youtuber dengan minim 10.000 subscribers ini telah dikonfirmasi oleh Humas UPN Veteran Jakarta Dedi Muzaini.

“Iya benar, salah satunya untuk content creator YouTube sebagaimana tertulis di pengumuman,” kata Dedi.

Dedi menjelaskan, prestasi ini akan diberi poin khusus yang menambah bobot nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang sebelumnya sudah diikuti peserta.

Dedi menyebutkan, pendaftar yang memiliki prestasi non akademik sebagai seorang pembuat konten YouTube dapat memilih semua jurusan tanpa terkecuali.

“Bisa (jurusan) apa saja, semuanya bisa. Kalau itu (latar belakang pemberlakuan kebijakan) atasan yang lebih tahu. Tapi sekarang kan zamannya milenial, menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” jelas Dedi.

Sementara itu, dikutip dari Tirto.id, Rektor UPNVJ Erna Hernawati mengatakan keputusan menyertakan Youtube Content Creator dengan minimal 10.000 subscriber sebagai syarat menempuh jalur prestasi pada pendaftaran mahasiswa baru SEMA UPNVJ 2019 berasal dari pihak rektorat.

“Itu, kan, sudah SK rektor. Kami baru memulainya tahun ini. Segala sesuatu sudah diputuskan rektor, tapi untuk teknis bisa ke ketua panitia,” kata Erna.

BACA JUGA :  Peduli Korban Bencana Kebakaran Hutan Riau, Reza Arap Adakan Live Streaming 24 Jam

Persyaratan bagi calon mahasiswa baru tersebut, kata Erna, untuk menyesuaikan dengan semangat zaman yakni revolusi industri 4.0 yang memang sedang berkembang di Indonesia.

“Kami ingin mahasiswa-mahasiswa di sini itu termotivasi agar lebih kreatif. Makanya kami beri penghargaan khusus Youtube Creator melalui jalur prestasi,” ujarnya.

Perihal akun Youtube dengan konten seperti apa, yang akan diterima oleh pihak universitasnya, Erna berkata, hal tersebut akan dikuratori secara ketat oleh tim internal mereka.

Beliau juga menjelaskan bahwa setelah calon mahasiswa baru tersebut mendaftarkan data diri beserta link Youtube-nya di website universitas, maka tim tersebut yang nanti akan melakukan proses seleksi dan mempertimbangkannya lebih lanjut.

“Tim internal kami akan mempertimbangkan soal kontennya. Tidak konten yang abal-abal. Jadi kontennya yang lebih edukatif dan berguna bagi masyarakat. Bukan provokasi,” ujar Erna.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×