Menu Tutup

Aturan Blokir Ponsel BM Dinilai Membuat Konsumen Takut

Hai, MedForians!

Sepertinya pemblokiran ponsel BM memiliki dampak yang tidak diinginkan!

Dinilai Memiliki Dampak Negatif

Pemerintah akan melakukan pemblokiran terhadap ponsel-ponsel ilegal yang beredar di Indonesia.

Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Perdagangan, telah menyusun regulasinya yang akan disahkan bulan depan.

Melihat keseriusan pemerintah untuk meredam peredaran ponsel ilegal alias  black market ( BM) di Indonesia, lembaga riset IDC Indonesia melihat kebijakan tersebut berpotensi memberi dampak negatif terhadap kosumen dalam jangka pendek.

Menurut Risky Febrian, Market Analyst di IDC Indonesia, konsumen akan merasa bingung atau ragu soal perbedaan ponsel resmi dan ponsel BM.

Hal ini dapat membuat angka penjualan ponsel menjadi menurun. 

Dilansir dari KompasTekno, “Dampak jangka pendek yang mungkin bisa terjadi juga adalah adanya penurunan permintaan di pasar. Konsumen awam akan cenderung takut untuk membeli smartphone,” ungkap Rizky.

BACA JUGA :  Agustus Ini, Dua Brand Lokal Siap Luncurkan Produk Smartphone Baru

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa penurunan permintaan pasar bisa terjadi karena harga ponsel resmi cenderung lebih tinggi. Karena faktor harga, konsumen dinilai akan lebih hati-hati dan menahan diri.

Dia pun menyarankan para vendor ponsel resmi memastikan arus distribusi ponsel resmi berjalan lancar sebagai antisipasi dampak negatif yang bersifat sementara tersebut.

Risky menilai bahwa pemblokiran ponsel BM pada akhirnya akan memberikan efek positif dalam jangka panjang apabila penerapannya berjalan dengan lancar.

Sebab, jika ponsel ilegal berhasil diberantas, maka akan ada celah atau kekosongan pasar yang ditinggalkan. Celah yang menurut Risky dapat diisi oleh produk ponsel resmi sehingga penjualannya kemudian bisa meningkat.

BACA JUGA :  Jelang Pelaksanaan IMEI, Ini Cara Cek Smartphone Resmi Xiaomi di Indonesia

“Ini kalau implementasinya nanti berjalan lancar ya. Seharusnya Kemenperin dan Kominfo bisa mempersiapkan kebijakan ini lebih baik, berkaca dari pengalaman kebijakan registrasi SIM card yang lalu,” pungkas Risky.

Bagaimana, MedForians? Apakah kalian setuju aturan pemblokiran ponsel BM ini? Yuk berikan tanggapannya!

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×