Menu Tutup

Indonesia & Arab Saudi Gagas Startup Unicorn Umrah Digital

Hai, MedForians!

Di era yang serba digital ini, banyak hal bisa dilakukan hanya melalui genggaman. Bahkan untuk urusan umrah pun akan bisa dilakukan hanya melalui smartphone!

Berawal dari Kolaborasi Digital Indonesia-Arab Saudi

Pada tahap awal, kolaborasi digital Indonesia-Arab Saudi akan fokus pada pengembangan startup unicorn umrah dan ekosistem pendukungnya, atau yang disebut dengan Umrah Digital Enterprise. Apa itu?

Dilansir dari detikINET, umrah digital adalah platform khusus yang dibangun dengan kerja sama antara Arab Saudi dengan startup nasional Indonesia.

Tujuan dari adanya ‘Umrah Digital’ ini adalah untuk memberi pengalaman beribadah yang lebih efisien dari segi biaya maupun waktu bagi para calon jamaah melalui pemanfaatan teknologi digital dengan end-to-end solution. Dua startup unicorn Indonesia yakni Tokopedia dan Traveloka didaulat dalam program ini.

Platform ini akan membantu jamaah untuk memproses semua keperluan persiapan umrahnya secara digital dan terintegrasi di satu platform termasuk menyeleksi biro travel yang kredibel, terpercaya, dengan biaya yang transparan.

Pertimbangan Jumlah Jamaah Umrah dari Indonesia

Hal ini dilakukan dengan pertimbangan mendasar bahwa jumlah jamaah haji dan umrah asal Indonesia di Arab Saudi sangat besar. Pada tahun 2017, jamaah umrah di Indonesia mencapai 875.958 atau terbesar ketiga dari jumlah total jamaah umrah di dunia.

Dengan jumlah jamaah yang besar, Indonesia justru mengalami permasalahan penyelenggaraan umrah oleh biro travel umroh.

Permasalahan Bermula dari First Travel

Permasalahan ini bermula dari munculnya penyelewengan dana umrah oleh First Travel yang diduga menipu 58.000 jamaah umroh. Setelahnya, kasus serupa bermunculan di bisnis ibadah haji dan umrah yang melibatkan travel lain di antaranya Hanien Tours, Abou Tours, dan PT Solusi Balad Lumampah (SBL).

Umrah Digital Enterprise, atau Startup Umrah, yang dirancang untuk membantu para jamaah asal Indonesia dalam mendapatkan harga terbaik dan kesempatan yang lebih besar kepada seluruh masyarakat Indonesia yang ingin menunaikan ibadah Umrah, karena program ini juga mencakup aspek financing. Hal ini tentu akan menekan angka jamaah Indonesia yang gagal berangkat ke Tanah Suci.

Kerjasama Terdiri dari Beberapa Hal

Kolaborasi Indonesia-Arab Saudi dalam mewujudkan Startup Umrah ini akan membahas beberapa hal mulai dari bentuk kerjasama dan model investasi, rencana pengembangan produk/ layanan untuk solusi umrah, sampai membuka kemungkinan adanya pemberdayaan, pengembangan dan keterlibatan di sektor UKM.

Lantas apa beda konkret dengan umrah biasa melalui biro travel haji dan umrah yang sudah eksis?

“Proses baru di Indonesia. Pengurusan visa melalui aplikasi tanpa perlu ke kedutaan Arab Saudi atau Konsolat Jenderal Arab Saudi. Tools dan bisnis di satu aplikasi unicorn ini jadi pasti akan banyak benefit,” kata Menkominfo Rudiantara usai penandatanganan MoU kolaborasi digital Indonesia-Arab Saudi di Riyadh tepat pada hari ini, Kamis (4/7). Selain Rudiantara, pihak Arab Saudi diwakili oleh Minister of Communication and Information Technology Abdullah Alswaha.

Rudiantara menegaskan kerjasama ini tak hanya MoU tapi telah dilaksanakan. Dia lantas memperkenalkan dua unicorn yang turut berpatisipasi sekaligus menandatangani MoU dalam kolaborasi digital ini.

“Saya bangga membawa dua unicorn,┬áTokopedia┬ádan┬áTraveloka. Ini adalah awal kerjasama kita di digital economy untuk mensupport visi 2030 Arab Saudi dan menjawab objektif digital ekonomi Indonesia. Terima kasih banyak,” kata Rudiantara.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×