Menu Tutup

Buntut Efisiensi, NET Tutup 2 Biro Daerah di Pulau Jawa

Hai, MedForians!

Stasiun berjargon ‘Televisi Masa Kini’, NET, kembali jadi bahan perbincangan. Setelah isu PHK berjamaah merebak hingga membuat pihak stasiun tersebut harus memberi klarifikasi, akhirnya apa yang dikhawatirkan para pemirsa terjadi juga.

NET menutup dua bironya di luar Jakarta, yakni Biro Semarang dan Biro Surabaya. Dilansir dari Kompas, Chief Operating Officer PT NET Mediatama Indonesia Azuan Syahril mengakui biro ditutup dalam rangka efisiensi sumber daya manusia (SDM).

Manajemen menawarkan karyawannya untuk mengundurkan diri (resign) secara suka rela dengan diberi benefit yang layak.

Azuan memastikan penutupan biro tak berpengaruh terhadap kualitas berita NET. Terlebih, mereka masih memiliki CJ atau Citizen Journalism.

“Berita kita bisa dapatkan dari sumber-sumber. Kita punya citizen journalism. Ya sama lah kayak teman-teman kita di televisi lain. Informasi kan bisa dari mana saja,” kata Azuan. Menurut Azuan, mereka yang dirumahkan, dipastikan akan diberikan hak-haknya. Sebagian juga sudah mengundurkan diri lebih dulu. “Lebih kepada penawaran untuk yang mengundurkan diri. Kita lakukan musyawarah kesepakatan kedua belah pihak”

Mengapa Biro Daerah yang Cukup Besar Harus Ditutup?

Saat ini, mayoritas acara NET didominasi oleh konten kartun dari Cartoon Network dan re-run sinetron lawas. Acara berita seperti NET 5, NET 10, dan NET 16 sudah berhenti tayang. Konsep berita NET pun berubah menjadi berita santai (soft news).

BACA JUGA :  21 Oktober, Lupinranger Vs Patranger Resmi Tayang di RTV

Tak hanya itu, acara unggulan NET seperti Sarah Sechan, Pagi-Pagi, Indonesia Morning Show, dan masih banyak lagi juga sudah tidak hadir menyapa layar kaca.

Masyarakat Mulai Beralih

Ditambah, saat ini masyarakat mulai beralih ke media digital yang lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana.

Dikutip dari Kompas, penelitian lembaga rating AC Nielsen mengungkap pertumbuhan kepemilikan telepon seluler dalam lima tahun terakhir sangat pesat, mencapai 250 persen. Waktu yang dihabiskan konsumen Indonesia untuk media digital pun meningkat dalam tiga tahun terakhir. Dari rata-rata 2 jam 26 menit menjadi 3 jam 20 menit per hari.

Di sisi lain, waktu yang dihabiskan untuk media TV tidak bertambah, dari 4 jam 54 menit menjadi hanya 4 jam 59 menit pada periode yang sama.

BACA JUGA :  21 Oktober, Lupinranger Vs Patranger Resmi Tayang di RTV

“Jelas bahwa media digital mulai mengejar TV, dan digital dipandang sebagai pendatang baru yang ‘seksi’ dalam media mix,” kata Managing Director Media Nielsen Global, Matt O’Grady.

Barangkali hal diatas menjadi penyebab kedua biro daerah ditutup. Jika efisiensi tetap berlanjut, bukan tidak mungkin biro daerah lain juga akan terkena imbasnya.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×