Menu Tutup

Virus Ransomware Ancam Kamera DSLR!

Hai, MedForians!

Selama ini yang kita ketahui bahwa virus ransomware akan menyerang PC maupun laptop yang memakai program bajakan. Namun sekarang ternyata virus ransomware ini juga bisa menyerang kamera DSLR.

Ransomware ancam kamera DSLR

Peneliti keamanan di Checkpoint baru-baru ini mengatakan bahwa mereka dapat menginstall malware secara remote  ke kamera DSLR dengan menggunakan metode pemindah gambar yang sudah ada sebelumnya. Metode yang dimaksud ini adalah metode bernama Picture Transfer Protocol.

Menurut Eyal Itkin, salah satu Peneliti di Checkpoint, metode Picture Transfer Protocol adalah metode yang sangat ideal untuk mengirimkan malware ke perangkat kamera DSLR, karena metode ini tidak terautentikasi dan dapat dilakukan menggunakan koneksi WiFi maupun via USB.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa jika seseorang dengan access point WiFi yang terinfeksi, dapat mengirimkan malware tersebut ke target perangkat yang terhubung dengan access point tersebut secara nirkabel.

Itkin menunjukkan bagaimana dirinya bisa menyuntikkan malware tersebut ke sebuah kamera Canon EOS 80D melalui koneksi WiFi, dan mengenkripsi foto yang tersimpan di memory kamera tersebut, sehingga korban pemilik kamera tersebut tidak dapat mengakses foto tersebut.

Dalam laporan tersebut, Itkin juga menjelaskan mengapa kamera dapat menjadi target yang sangat potensial bagi para hacker. Menurutknya, kamera juga dapat menyimpan banyak foto pribadi yang mungkin berharga bagi pemiliknya, yang dimana target semacam ini menjadi sasaran empuk untuk serangan ransomware, kemudian sang hacker dapat meminta uang tebusan agar foto-foto yang terdapat dalam kamera tersebut dapat diakses oleh pemiliknya kembali.

Pihak Checkpoint sendiri sebelumnya juga telah mengungkap celah keamanan ini kepada Canon pada maret lalu, dan kedua perusahaan tersebut sudah menjalin kerjasama untuk mengembangkan software yang dapat menambal celah tersebut. Pada awal Agustus lalu, Canon juga memperingatkan penggunanya agar menghindari koneksi ke jaringan WiFi yang tidak aman, mematikan fungsi jaringan pada kameranya pada saat tidak digunakan, dan juga mewajibkan penggunanya untuk menginstall security patch terbaru kedalam kamera mereka.

Untuk saat ini, menurut Itkin, malware ini terjadi melalui celah keamanan di kamera buatan Canon. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan kedepannya ransomware dari merk lainnya juga dapat terinfeksi malware seperti ini.

Sumber : Detik.com

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×