Menu Tutup

Data Penumpang Bocor, Menkominfo Surati Amazon dan Panggil Lion Group

Hai, MedForians!

Kasus kebocoran data baru-baru ini mendapat perhatian dari salah satu kementerian Indonesia!

Mendapat Perhatian Pemerintah

Kebocoran data penumpang Lion Air Group ternyata mendapat perhatian Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Pemerintah telah mengirimkan surat yang dialamatkan kepada Amazon Web Services terkait kasus ini.

“Sejak tengah malam kami sudah komunikasi dengan AWS dan surat resmi sudah kami kirim ke AWS, menanyakan proses (breach) yang terjadi,” ungkap Rudiantara, Rabu (18/9/2019).

Dilansir dari detikINET, Amazon Web Services (AWS) ini dikaitkan kasus kebocoran data penumpang Lion Air karena kebocoran data tersebut diakses dari sebuah penyimpanan virtual Amazon Web Service yang dibuka melalui web.

Kominfo juga, kata Rudiantara, sudah melakukan koordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti.

Koordinasi ini akan mengundang pihak Lion Air untuk berdiskusi bersama.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pertemuan tersebut untuk mendengar langsung penjelasan mengapa hal ini bisa terjadi.

BACA JUGA :  Samsung Pay Dengan Kode QR Resmi Diluncurkan di Indonesia

Dilansir dari detikINET, “Kami sudah berkoordinasi dan mengundang Lion Air Group untuk meminta klarifikasi langsung dari mereka. Klarifikasi ini juga kan ya jangan-jangan mereka juga korban,” ujar Samuel.

Bocor di Internet

Sebelumnya diberitakan blog teknologi BleepingComputer mengungkap sebanyak puluhan juta data pelanggan dari dua maskapai penerbangan yang dikelola Lion Air telah bocor di sebuah forum online dalam sebulan terakhir.

Data itu terbagi dalam dua basis data, yang pertama berisi 21 juta data, dan basis data lainnya berisi 14 juta data, yang tersimpan dalam file backup yang dibuat pada Mei 2019. Data yang bocor terdiri dari informasi kartu penduduk atau KTP penumpang, alamat, nomor telepon, email, hingga nomor paspor.

Basis data tersebut tersimpan di sebuah direktori file yang dibuat pada Mei 2019 dan berisi data penumpang maskapai Malindo Air dan Thai Lion Air. Kedua maskapai ini di bawah Lion Group, perusahaan yang juga menaungi maskapai Lion Air.

Malindo Air member of Lion Air Group buka suara soal data penumpang yang bocor. Malindo Air mengungkapkan beberapa data pribadi penumpang disimpan (hosted on) di lingkungan berbasis cloud bahwa kemungkinan telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

BACA JUGA :  Makin Kencang! AMD Luncurkan RX 5500 dan RX 5500M

“Tim internal Malindo Air bersama penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e-commerce saat ini sedang menyelidiki atas hal tersebut,” kata PR & Communications Department, Malindo Air Andrea Liong.

Bagaimana, MedForians? Apakah kalian sering menggunakan jasa penerbangan Lion Air? Yuk berikan tanggapannya!

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×