Menu Tutup

OVO Jadi Startup Unicorn ke-5 Indonesia Versi CB Insights

Halo, MedForians!

Kabar terbaru hadir dari dalam negeri. Startup unicorn di Indonesia dikabarkan kembali bertambah menjadi lima perusahaan.

Dilansir dari laporan CB Insights melalui detik INET, Jumat (4/10), OVO resmi jadi startup anak bangsa yang punya valuasi lebih dari USD 1 miliar. OVO menyusul untuk menjadi unicorn kelima asal Indonesia sejak 14 Maret lalu, dengan perkiraan valuasi mencapai US$2,9 miliar atau setara dengan Rp41 triliun (dengan asumsi kurs Rp14.146/US$).

CB Insights melaporkan jika OVO selama ini mendapat sokongan dana dari Grab, Tokopedia dan Tokyo Century Corporation.

Dalam riset CBInsights, Indonesia memiliki 5 startup yang sudah menyandang gelar ‘unicorn’. Satu di antaranya bahkan telah menyandang gelar decacorn.

BACA JUGA :  Blade&Soul Revolution Umumkan Event Kolaborasi Bersama Xiaomi

Berikut daftar unicorn yang dimiliki Indonesia:

1. Gojek, valuasi USD 10 miliar
2. Tokopedia, valuasi USD 7 miliar
3. Traveloka, valuasi USD 2 miliar
4. Bukalapak, valuasi USD 1 miliar
5. Ovo, valuasi USD 2,9 miliar

Hingga artikel ini ditulis, belum ada tanggapan langsung dari pihak perusahaan pemilik OVO, Lippo Group.

Sejarah OVO

OVO adalah aplikasi yang dikembangkan oleh PT Visionet Internasional yang dirilis pada November 2017 lalu. Mereka menawarkan metode pembayaran non tunai serta tawaran cash back yang pengguna dapatkan ketika melakukan transaksi tersebut. Di tahun yang sama, Ovo menggandeng Tokopedia dan Grab untuk memperluas pasar

BACA JUGA :  Geser Samsung, Huawei Kuasai Vendor Ponsel Dunia

Saat ini jumlah pengguna OVO pun cukup banyak. Dilansir dari Telset.id Hingga akhir November 2018, pengguna Ovo tumbuh lebih dari 400% dengan 115 juta device yang telah terinstal.

Kembali ke Atas

BACA JUGA

Yuk, Berkomentar!

×