Menu Tutup

[REVIEW] Momen Bersatunya Marine dan Bajak Laut di Film Anime One Piece: Stampede

Hampir satu bulan berlalu sejak film terbaru dari seri anime One Piece berjudul One Piece: Stampede ditayangkan di bioskop Indonesia pada 18 September lalu. Meski sempat dibajak secara ilegal oleh beberapa oknum nakal di negara sekitar Asia Tenggara, namun antusiasme wibu seolah tak terusik.

Meski sedikit terlambat dikarenakan redaksi ada sedikit keperluan dan juga mengurus beberapa artikel berita lain, redaksi baru sempat menulis ulasan dari kisah Bajak Laut Topi Jerami ini. Bagi yang ingin melihat ulasannya, sangat disarankan untuk melihat terlebih dahulu manga dan anime One Piece hingga arc Wano karena banyak karakter yang muncul selain Bajak Laut Topi Jerami, atau sudah melihat filmnya.

[DISCLAIMER] Film ini mengandung spoiler bagi yang belum menonton filmnya.

Premis Film Yang Menghibur dan Penuh Aksi

Meski film ini hanyalah Kanon, namun ceritanya sudah sangat menghibur dan dipenuhi dengan pertarungan yang menarik. Cerita dimulai ketika Bajak Laut Topi Jerami yang memasuki sebuah kota pinggir laut yang mengadakan Festival Bajak Laut (atau disebut dengan Pirates Expo). Festival Bajak Laut ini sendiri dihadiri banyak bajak laut tangguh, terutama dari 11 Generasi Bajak Laut SuperNova (terburuk) hingga Shichibukai Buggy.

Konon, para bajak laut ini mengincar sebuah harta karun dari Raja Bajak Laut, Gold D. Roger yang legendaris dan masih diperebutkan hingga saat ini. Harta karun itu tersembunyi di bawah laut, tapi kemudian bisa dinaikkan kembali hingga melayang dan menembus awan di ketinggian.

Sayangnya, festival ini dicemari ulah sang penyelenggara, Buena Festa yang memasang jebakan. Ia bersekongkol dengan pemerintah dunia dan angkatan laut (MARINE) untuk menangkap dan memusnahkan para bajak laut. Tak hanya itu, ia bekerja sama dengan mantan anak buah raja bajak laut Gold D. Roger bernama Douglas Bullet, yang disebut-sebut sebagai bajak laut terkuat.

Douglas sendiri merupakan pengguna buah setan Gasha-gasha no Mi, dan memiliki kekuatan yang setara dengan Silvers D. Rayleigh. Dalam sejarahnya, Douglas Bulet pernah lolos dari penjara lv. 6 Impel Down 20 tahun lalu dan berhasil lolos dari insiden Buster Call milik Marine.

BACA JUGA :  Hideo Kojima Ungkap Film Anime Favoritnya Tahun 2019

Douglas Bullet, antagonis sekaligus bajak laut terkuat?

Dalam film ini, Douglas Bullet seolah-seolah tak peduli dengan angkatan laut ataupun generasi baru bajak laut saat ini. Motivasinya hanya satu, yakni hanya ingin menjadi satu-satunya bajak laut terkuat yang bisa memusnahkan bajak laut lain, bahkan Marine dan menentang pemerintah dunia.

Pertempuran antara Douglas Bullet melawan para bajak laut sendiri yang seolah-olah nyaris tak seimbang. Seluruh generasi baru Bajak Laut SuperNova yang sempat bersatu, nyaris terkapar dan melakukan perlawanan yang sia-sia. Mereka seolah tak berkutik di hadapan mantan kru Gold D. Roger itu. Luffy yang termakan amarahnya karena anak buahnya, Usopp sekarat akibat disiksa Douglas pun tetap memimpin serangan, meski babak belur. Ia pun akhirnya terus bertarung sengit melawan Douglas meski kalah di awalnya.

Angkatan Laut (Marine) pun ikut terpancing umpan dari sang penyelenggara acara, terutama terkait harta karun milik Gold D. Roger. Namun, terlalu kuatnya Douglas Bullet, ditambah suasananya yang kacau membuat mereka juga harus bertarung melawan bajak laut lain.

Satu hal unik adalah bagaimana pada akhirnya Luffy, Sabo (Pasukan Revolusi, sekaligus saudara angkat dari Luffy), Shichibukai Trafalgar D. Law, Boa Hancock, Kapten Angkatan Laut Smoker, Buggy, dan mantan Shichibukai Crocodile (serta bantuan tidak langsung dari CP9, Rob Lucci) mau tidak mau harus bersatu sementara dan secara tidak sengaja untuk melawan Douglas Bullet, atau nyawa mereka justru terancam akibat buster call yang dikirim oleh Marine (dipimpin tiga orang admiral).

Memang, jika melihat dari film ini saja, Douglas Bullet bisa dianggap sebagai salah satu antagonis terkuat. Namun sayangnya, kekuatannya bisa dibilang tidak terlalu sebanding dengan antagonis lain, baik dari seri anime dan manga One Piece ataupun film sebelumnya dikarenakan durasinya yang terlalu singkat.

BACA JUGA :  Screenwriter Roger Avary Berikan Rating Sempurna ke Film Anime Konosuba Legend of Crimson

Kembali melanjutkan pertarungan klimaks, Douglas pada akhirnya harus takluk dari jurus milik Luffy, dan tersadarkan bahwa Luffy merupakan calon raja bajak laut selanjutnya. Tak hanya Douglas, Festa pun secara tak langsung mengakuinya (meski selanjutnya Festa dihabisi oleh Sabo).

Harta karun berupa kompas menuju pulau harta karun One Piece, Raftel pun didapatkan Luffy. Namun, seperti biasa Luffy lebih memilih menghancurkannya. Sikapnya mirip dengan Raja Bajak Laut sebelumnya.

Lagu dan Banyak Fans Service yang bikin Nostalgia

Salah satu hal yang membuat antusiasme penonton meningkat adalah disertakannya lagu tema “We Are”. Lagu ini sendiri merupakan lagu tema di musim-musim awal anime One Piece, yang juga sempat diputar di televisi Indonesia.

Tak hanya itu, sejumlah fans service berunsur positif tentu disediakan dalam film One Piece: Stampede. Meski ceritanya sederhana dan klise, namun banyaknya karakter bajak laut yang tampil baik yang masih hidup ataupun meninggal turut ditampilkan, sehingga bisa memuaskan fans.

Penutup

Sebagai hadiah debut manga One Piece dan sang mangaka Eiichiro Oda ke-20 tahun, film ini sudah sangat menghibur dan luar biasa. Meski klise dan tidak sempurna, namun setidaknya film ini bisa membuat fans One Piece antusias

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×