Menu Tutup

Animasi Pertama Asal Qatar Ini Telah Dirilis Via YouTube

Kabar terbaru hadir dari negara asal Timur Tengah, Qatar. Sebuah animasi pertama bergaya mirip anime telah hadir di negara Qatar.

Animasi berjudul 2030 itu memiliki durasi sekitar satu jam dengan subtitle Bahasa Inggris, dan telah dirilis pada Rabu (6/11) kemarin via YouTube. Video trailer maupun filmnya sendiri telah dirilis pada 2018 lalu di bioskop Qatar.

Animasi 2030 ini didistribusikan oleh Studio 2 3D X, diproduksi Sulaiti Toon, serta disutradarai langsung oleh Ali Al-Sulaiti. 2030 adalah animasi yang mengisahkan tentang enam pelajar yang belajar di luar negeri dan kembali untuk mengembangkan Qatar. Nantinya pada tahun 2030, Qatar menjadi salah satu negara terbesar di dunia.

Dalam sebuah wawancara sebagaimana dikutip dari IloveQatar, Tujuan Al Sulaiti membuat anime ini adalah untuk menginspirasi generasi muda menuju hasil impian dan aspirasi mereka sebagai film yang dibuat dengan bangga di Qatar yang ia arahkan dengan kreatif.

BACA JUGA :  Anime Nekopara Dikonfirmasi Tayang Januari 2020
Ali Al Sulaiti

Anime yang telah dikembangkan sejak 2008 ini juga menunjukkan bagaimana mempersiapkan pemuda Qatar untuk menjadi pemimpin masa depan, dan bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk menjadikan Qatar sebagai salah satu negara terbesar di dunia.

“Saya membuat film dengan pemikiran memotivasi orang untuk mencapai impian mereka, untuk menjadi kreatif, dan berpikir di luar kotak. Saya belajar di luar negeri dan itu adalah pengalaman yang sulit tetapi saya terinspirasi untuk mengejar impian saya. Saya menggabungkan motivasi itu, belajar di luar negeri dan Visi Nasional dalam film ini,” ungkap Al Sulaiti.

Pembuat film muda ini sangat percaya pada pembuatan film untuk menyebarkan kepositifan dan pengembangan pribadi. Butuh dia dan tim profesional online dari berbagai negara dua tahun untuk menyelesaikan film dari penulisan naskah, storyboard, hingga produksi.

BACA JUGA :  Anime Kingdom Dapatkan Musim Ketiga, Tayang April 2020

“Ini dalam animasi gaya 2D seperti gaya anime Jepang, yang saya pilih karena orang-orang di wilayah kami menyukai anime Jepang jadi saya ingin mengambil inspirasi darinya dalam membuat film saya sendiri,” tambahnya.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×