Menu Tutup

Dua Stasiun Televisi Nasional Ini Siap Lakukan Simulcast Awal 2020

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diketahui sedang mendorong penyiaran secara bersamaan antara analog dan digital atau siaran simulcast di 12 provinsi pada Januari 2020. Hal ini kemudian ditanggapi positif oleh dua stasiun televisi nasional.

Dikutip dari Detik dan Warta Ekonomi, Selasa (12/11), dua stasiun televisi nasional tersebut, yakni Transmedia dan Metro TV, memastikan siap melaksanakan penyiaran simulcast. Hal ini diungkapkan Komisaris Transmedia, Ishadi SK, yang juga didampingi Direktur Pemberitaan Metro TV, Don Bosco.

Beliau mengatakan bahwa pada bulan Agustus 2019, Transmedia mendapatkan izin penyelenggara multiplekser untuk wilayah Batam Nunukan. Di bulan yang sama, Metro TV mendapatkan izin untuk wilayah layanan Nunukan.

Bulan September 2019, Transmedia dan Metro TV kembali mendapatkan izin sebagai penyelenggara multiplekser di 12 Provinsi, yaitu: Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

“Sebagai komitmen kami kepada pemerintah untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan semangat memberikan layanan terbaik kepada pemirsa, Transmedia dan Metro TV siap melakukan siaran TV Digital secara simulcast pada bulan November 2019,” ungkap Ishadi.

“Kami sudah berinvestasi untuk infrastruktur siaran TV Digital sejak tahun 2012. Percepatan ini perlu dilakukan karena sesuai tuntutan global berdasarkan kesepakatan ITU ‘GEO6 Agreement Tahun 2006’ bahwa analog switch off (ASO) dilakukan paling lambat pada 17 Juni 2020,” tambahnya.

BACA JUGA :  Pertama di Indonesia, Festival Mizuiku "Aku Cinta Air Bersih" Digelar Via Daring

Selain faktor regulasi dan tuntutan globa|, ada banyak manfaat yang akan diperoleh dari proses migrasi siaran digital. Manfaatnya antara lain pemerintah mendapatkan digital deviden yang bisa digunakan untuk kepentingan ekonomi dan secara teknis terjadi efisiensi penggunaan spektrum frekuensi, kualitas audio, dan video siaran juga jauh lebih bagus dibanding siaran analog.

“Jika kita bertahan pada sistem siaran analog, kita akan kesulitan mendapatkan peralatan atau spare part karena semua pabrikan peralatan broadcast di seluruh dunia akan menghentikan produksi,” pungkasnya.

Direktur pemberitaan Metro TV, Don Bosco Selamun mengatakan persiapan peralihan sudah dimulai 10 tahun lalu.

“Pemerintah ingin melanjutkan upaya memulai siaran uji coba. Dan itu dipercayakan pada Transmedia dan Metro TV. Dan pada waktu itu, skala uji coba nya berhasil dilakukan,” kata Don Bosco.

Konsensus negara-negara Asia Tenggara sebelumnya menyatakan bahwa ASO juga sudah harus dilakukan tahun 2020. Singapura, Malaysia, Thailand sudah melakukan ASO tahun 2019. Vietnam, Philipina, Laos, Kamboja, dan Myanmar akan menyusul 2020. Indonesia dan Timor Leste belum ada kepastian.

Kemenkominfo tagih komitmen

Sebelumnya dikutip dari Bisnis.com, Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Geryantika Kurnia mengatakan siaran simulcast di 12 provinsi rencananya akan dilakukan oleh lembaga penyiaran swasta (LPS) yang pada 2012 lalu memenangkan lelang multiplekser.   

Saat ini infrastruktur untuk siaran digital, kata Gery, sudah mendukung di 12 provinsi tersebut, sehingga akan disayangkan jika tidak digunakan untuk siaran simulcast.

BACA JUGA :  Bu Sisca Bukan Pamit dari Perkulineran, Kalian Kena Prank!

“Sayang hanya dipakai analog saja, sehingga masyarakat bisa menerima siaran analog dan digital. Biar saja masyarakat yang memilih,” kata Gery.

Gery menambahkan sebelumnya para pemenang lelang mengaku telah bersedia untuk beralih ke siaran digital di sejumlah provinsi, oleh sebab itu Kemenkominfo berusaha menagih komitmen tersebut.

Gery juga menuturkan bahwa penggelaran siaran simulcast di 12 provinsi tersebut bukanlah suatu kewajiban. Meski demikian, dia berharap agar lembaga penyiaran swasta segera berpindah.

“Terserah mereka untuk mengaktifkan atau tidak. [Hak mereka] Iyalah, harusnya mereka sudah mengajukan ingin mengaktifkan di 12 provinsi, kami menunggu saja mereka mau aktifkan apa tidak simulcastnya,” ujar beliau.

Jika siaran simulcast berhasil digelar di 12 provinsi ini, Kemenkominfo berencana kembali menggelar lelang multiplekser di 22 provinsi sisanya.

Kembali ke Atas

BACA JUGA

Yuk, Berkomentar!

×