Menu Tutup

Bantu Pembelajaran, Pemerintah Shibuya Berikan 12.000 Unit Surface Go 2 Bagi Siswa SD dan SMP

Pemerintah distrik Shibuya, Jepang membuat langkah mengejutkan. Kali ini, mereka mengumumkan akan memberikan bantuan sebanyak 12.000 Surface Go 2 kepada 26 sekolah dasar dan sekolah menengah pertama mulai September 2020 mendatang.

Sebagaimana dilansir dari PC Watch melalui Soranews24, Sabtu (16/5), Surface Go 2 memenuhi standar spesifikasi sebagai “terminal” bagi para pelajar berdasarkan kurikulum “GIGA School Concept” dari Departemen Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang.

Pemilihan Surface Go 2 diyakini memiliki kinerja yang dapat menunjang penggunaan berbagai bahan pengajaran digital dengan tambahan fungsi untuk menggambar dan menulis dengan “pena”.

Surface Go 2 ini dilengkapi dengan kamera di kedua sisi menjadikannya ideal sesuai konsep kurikulum sekolah GIGA (Global Innovation and Gateway for All).

Sejak September 2017, Kota Shibuya telah mendistribusikan Windows Tablets kepada seluruh guru dan siswa di sekolah dasar dan menengah kota sehingga siswa dapat menggunakannya untuk belajar di rumah dengan tablet itu untuk mengulang kembali pelajarannya baik di sekolah ataupun di rumah.

Selain itu, Surface Go 2 ini sudah dilengkapi dengan Microsoft Classroom Pens dan Microsoft 365 A5 (di dalamnya termasuk aplikasi dari Microsoft Office) sebagai pendukung dalam proses pembelajaran.

BACA JUGA :  Y70s, Smartphone Vivo Pertama yang Gunakan SOC dari Samsung Resmi Rilis

Tanggapan warganet

Meskipun bagi banyak orang ini adalah langkah positif karena alat seperti itu dapat mendiversifikasi metode pengajaran dan membuat pengelolaan kurikulum lebih mudah, langkah itu tidak datang tanpa kontroversi.

Shibuya Ward sendiri merupakan daerah yang relatif kaya di Tokyo, sehingga banyak warganet bertanya-tanya apakah memiliki teknologi seperti itu hanya di daerah yang mampu akan menyebabkan anak-anak di tempat lain ataupun yang kurang mampu semakin tertinggal.

“Mungkin daerah kaya di kota-kota besar bisa melakukan ini, tetapi bagi banyak daerah pedesaan, hal seperti ini tidak mungkin untuk digabungkan. Anak-anak akan mendapat keuntungan dengan tumbuh dewasa di kota. Perbedaan dalam pendidikan hanya akan bertambah buruk. ”
“Saya menyambut gerakan semacam ini, tetapi tampaknya akan meningkatkan kesenjangan antara daerah yang kuat secara ekonomi dan yang lemah.”
“Dari pengalaman saya, jumlah siswa yang benar-benar dapat menggunakan teknologi semacam ini sebagaimana dimaksud hanya sekitar 20 persen.”
“Sangat kaya! Luar biasa. ”
“Saya iri.”

BACA JUGA :  Sambut Idul Fitri dan Era New Normal, Kominfo Siapkan Dukungan Layanan Telekomunikasi

Kembali ke Atas

BACA JUGA...

×