Menu Tutup

Sambut Idul Fitri dan Era New Normal, Kominfo Siapkan Dukungan Layanan Telekomunikasi

Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemkominfo tengah mempersiapkan jaringan layanan telekomunikasi untuk mengantisipasi lonjakan trafik silaturahmi secara digital selama perayaan hari raya Idul Fitri.

Dilansir dari rilis pers web Kominfo melalui Antara News, Menkominfo Johnny G Plate dalam konferensi virtual di Jakarta pada hari Jumat (22/5) kemarin mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengusahakan untuk menjaga kinerja jaringan telekomunikasi agar terus memberikan pelayanan yang baik.

Beliau juga menambahkan bahwa Kominfo akan melakukan penambahan kapasitas pada BTS untuk mengantisipasi lonjakan trafik dan menyiapkan mobile BTS apabila diperlukan.

“Sampai saat ini, berdasarkan data yang disampaikan oleh operator, terdapat sekitar 178 mobile BTS yang dikerahkan untuk mengantisipasi lonjakan trafik pada kondisi darurat Covid-19, dari keseluruhan BTS secara Nasional sejumlah 479.125.” ujarnya.

Beliau juga memprediksi pelonjakan trafik dimana bila dalam keadaan normal saat Ramadhan dan Idul Fitri sekitar 20-30%, namun saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diperkirakan akan melonjak sekitar 30-40%.

BACA JUGA :  Data Penduduk Diduga Bocor, Begini Respon KPU dan Pakar IT

Oleh karenanya, kementerian tersebut akan berusaha menjaga keberlangsungan jaringan telekomunikasi di titik-titik strategis selama PSBB seperti di area pemukiman dan rumah sakit rujukan. Selain itu, Kominfo juga akan melakukan monitoring jaringan telekomunikasi melalui Network Operation Center (NOC) yang beroperasi selama 24 jam penuh.

COVID-19 Berdampak Besar pada Perkembangan Teknologi Telekomunikasi

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate juga menyoroti kenaikan trafik telekomunikasi selama pelaksanaan PSBB.

Dalam hal ini, beliau berpendapat bahwa wabah Virus Corona COVID-19 yang melanda Indonesia dan berbagai negara di dunia ini telah berhasil merubah kebiasaan hidup umat manusia secara drastis, seperti interaksi fisik atau tatap muka di dunia nyata yang berpindah ke dunia virtual dengan memanfaat kemajuan teknologi telekomunikasi.

“Kita juga melihat terjadinya percepatan transisi ke ranah digital seperti meningkatkan e-commerce, meningkatnya penggunaan uang elektronik dalam transaksi ekonomi, serta penggunaan tanda tangan digital di ranah hukum,” ujarnya dalam konferensi virtual tersebut.

BACA JUGA :  Instagram Bakal Tampilkan Iklan di IGTV

“Setelah pandemi ini berlalu, kebiasaan-kebiasaan tersebut akan terus terbawa sebagai langkah preventif terhadap penyebaran virus di kehidupan sehari-hari dan kita akan memasuki fase new normal. New Normal adalah kebiasaan-kebiasaan baru yang muncul sejak fase Pandemi COVID-19 dan menjadi kenormalan baru pasca pandemi,” tambahnya.

Kembali ke Atas

BACA JUGA...

×