Kominfo: Analog Switch Off Selesai Paling Lambat 2 November 2022

Media 7 Des 2020

Kabar terbaru kembali datang dari dunia penyiaran tanah air. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang menyiapkan migrasi siaran televisi analog menjadi televisi digital, atau yang dikenal dengan Analog Switch Off.

Rencananya Kapan?

Menurut rencana Kominfo, puncak peralihan siaran televisi dari analog ke digital akan dimulai paling lambat pada tanggal 2 November 2022 pukul 23.59 WIB, yang bertepatan dengan 2 tahun 28 hari pasca-disahkannya UU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Menurut Jhonny, migrasi siaran TV analog ke TV digital ini sesuai dengan amanah yang ada pada UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhonny G. Plate, dalam siaran pers yang diterbitkan di laman resmi Kominfo.

“Sesuai dengan rancangan aturan teknis, Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), dan Lembaga Penyiaran Komunitas jasa penyiaran televisi wajib menghentikan siaran televisi analog paling lambat pada tanggal 2 November 2022 pukul 24.00 Waktu Indonesia Barat,” ujar Menteri Kominfo dalam siaran pers yang disampaikan pada 2 Desember 2020.

Siapa Penyelenggara Multiplexer (MUX) TV Digital?

Dalam proses migrasi Analog Switch Off ini, berlaku untuk seluruh lembaga penyiaran, baik TVRI selaku LPP dan perusahaan media swasta atau LPS.

Khusus untuk LPS, proses seleksi penyelenggara MUX TV Digital akan dilaksanakan melalui seleksi dan evaluasi yang cukup ketat. Untuk LPP TVRI dilakukan tanpa melalui seleksi dan evaluasi.

“Penetapan LPP TVRI sebagai penyelenggara multiplekser (mux) dilakukan oleh Menteri tanpa melalui evaluasi atau seleksi. Sedangkan penetapan penyelenggara mux untuk LPS dilakukan oleh Menteri melalui seleksi dan evaluasi," ujar Jhonny.

Penyediaan tersebut berasal dari komitmen penyelenggara MUX, yang jika nantinya tidak mencukupi, maka pemerintah akan membantu menggunakan APBN atau sumber daya lain yang sah.

Mengejar Ketertinggalan

Johnny berharap Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dari negara lain, terutama negara-negara Asia Tenggara, yang sudah melakukan migrasi atau analog switch off (ASO) terlebih dulu.

Yang paling terbaru adalah Singapura, yang melaksanakan Analog Switch Off pada tanggal 2 Januari 2019 lalu, disusul Malaysia pada 31 Oktober 2019 lalu.

Bagaimana dengan Masyarakat Tidak Mampu?

Untuk masyarakat yang tidak mampu, pemerintah juga akan mengakomodasi masyarakat yang belum mampu membeli televisi digital. Yaitu dengan memberikan alat berupa set-top box agar televisi lawas bisa menerima siaran digital.

"Alat penerima siaran TV digital yang dapat dikoneksikan ke pesawat TV lama, yang berjumlah sekitar 6,7 juta set top box untuk rumah tangga tidak mampu," lanjut Johnny.

Bagaimana dengan Bekas Frekuensi TV Analog?

Siaran TV analog sendiri selama ini masih menggunakan spektrum frekuensi di pita 700 MHz. Dengan dirampungkannya ASO, frekuensi tersebut nantinya bisa dialokasikan untuk pemanfaatan lain, salah satunya adalah untuk menggelar jaringan 5G.

Diminta Bersiap Laksanakan Simulcast

Jhonny juga menilai semakin cepat penyedia layanan televisi analog beralih ke digital maka semakin bermanfaat bagi industri pertelevisian itu sendiri.

Adapun untuk peralihan ini, penyedia layanan televisi analog memerlukan sebuah masa transisi agar dapat beralih dan menerapkan teknologi digital secara perlahan. Masa-masa transisi itu disebut sebagai simulcast di mana penyiaran televisi analog dan digital dilakukan secara bersama.

Adapun saat ini, lanjut Johnny, baru TVRI saja yang telah membangun infrastruktur penyiaran digital dengan sebanyak 110 menara untuk melakukan penyiaran frekuensi analog dan digital bersamaan (simulcast).

Apa Itu MUX?

Multiplekser (MUX) adalah istilah alat atau komponen elektronika yang bisa memilih input (masukan) yang akan diteruskan ke bagian output (keluaran).
Pemilihan input mana yang dipilih akan ditentukan oleh signal yang ada di bagian kontrol (kendali) Select.

Tag

Andhika Rizky Reihansyah

Broadcasting, Tech and Design Geek

Mantap! Kamu telah berhasil berlangganan.
Mantap! Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh.
Selamat datang kembali! Kamu telah berhasil masuk.
Sukses! Akun kamu telah aktif, sekarang kamu bisa mengakses semua konten.