Berikut yang Harus Diketahui dari Varian Baru Delta Plus Covid-19!

Media 5 Agt 2021

Sudah setahun lebih virus Corona atau Covid-19 telah mewabah di seluruh dunia. Dan seiring berjalannya waktu, virus tersebut juga semakin berkembang dan bermutasi.

Delta dan Delta Plus

Dilansir dari CNET, pada bulan Juni para ahli kesehatan di India menyebut delta plus sebagai "varian perhatian" karena dianggap dalam mengikat sel paru-paru dengan performa lebih dan mengakibatkan metode perawatan COVID tidak mempan. Menurut laporan dari BBC, varian Delta Plus sendiri telah terdeteksi di beberapa negara seperti AS, Inggris, Portugal, Rusia, dan China. Korea Selatan adalah negara terbaru yang mengibarkan bendera merah tentang hadirnya varian delta plus.

Bila dibandingkan dengan si kakak yaitu varian Delta, untuk varian Delta Plus sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda dominan seperti si Delta yang telah menginfeksi ribuan hingga jutaan orang di seluruh dunia. "Anda perlu mempelajari beberapa ratus pasien yang sakit dengan kondisi dan varian ini, serta mencari tahu apakah mereka berisiko lebih besar terkena penyakit yang lebih akut daripada varian pendahulunya," ujar ahli virologi Dr. Gagandeep Kang saat diwawancarai BBC.

Colin Angus, seorang analis kebijakan kesehatan masyarakat di Inggris, mengatakan kepada The Washington Post bahwa tidak ada bukti jelas bahwa itu (delta plus) memberikan manfaat yang cukup bagi virus untuk memungkinkannya mendominasi varian delta asli. Jadi meskipun virus tersebut jelas telah hadir di situ, namun tidak ada tanda yang jelas bahwa ia telah mendapatkan sebuah standar penanganan dari varian virus yang telah ada.

Apa yang Perlu Diantisipasi?

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal di Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci selaku konsultan kesehatan presiden AS mengatakan bahwa meskipun pihaknya sangat beruntung bahwa vaksin yang dimiliki sekarang bekerja dengan sangat baik terhadap varian Delta terutama terhadap penyakit parah, namun dengan kemunculan varian Delta Plus di masa depan dikhawatirkan dapat menghilangkan efek vaksin dari varian sebelumnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa salah satu kekhawatiran ini juga dipicu dari faktor masyarakat Amerika Serikat yang masih rendah tentang vaksin. "Masyarakat yang menolak untuk divaksin berpikir bahwa vaksin hanyalah untuk mereka, namun hal tersebut adalah salah karena vaksin ini adalah untuk kepentingan semua kalangan" tambah Fauci.

Tag

Yoan Fernanda

Seorang penggemar Pop Culture, baik Western, Korea, maupun Jepang. Dan seorang Petrolhead, fans berat Subaru #FL4TISJUSTICE

Mantap! Kamu telah berhasil berlangganan.
Mantap! Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh.
Selamat datang kembali! Kamu telah berhasil masuk.
Sukses! Akun kamu telah aktif, sekarang kamu bisa mengakses semua konten.