[Review] Sword Art Online Progressive: Aria of a Starless Night, Sebuah Perspektif Yang Berbeda!!

Review 9 Jan 2022

Fans berat Sword Art Online kini bisa berbahagia, sebab film Sword Art Online Progressive: Aria of a Starless Night akhirnya telah ditayangkan secara reguler di berbagai bioskop di Indonesia sejak 5 Januari 2021. Penulis akhirnya berkesempatan untuk melihat film tersebut.

Meski filmnya secara garis besar memiliki kesamaan dengan versi cerita utama seri anime TV-nya, film yang mengambil sudut pandang cerita dari sang heroine utama, Asuna ini ternyata punya banyak perbedaan detail.

Tak hanya itu, banyak reviewer luar yang mengatakan kalau film ini tidaklah cukup jika tidak menonton SAO Season 1. Namun apakah pernyataan itu benar? Simak saja ulasannya berikut ini!

Peringatan!! Artikel ini berisi spoiler!!

Cerita awal Sword Art Online (atau dikenal juga sebagai SAO) di Aincrad diceritakan kembali di film ini dan banyak hal yang ditambahkan dalam film ini yang membuatnya berbeda dengan season 1. Penulis bukanlah fans berat SAO yang membaca Light novelnya, memainkan hampir semua gimnya bahkan yang sampai membaca doujin. Namun, hanya seorang fans SAO medioker yang cuman menonton animenya saja, makanya ulasan ini tidak terlalu mendalam. Penulis sudah menonton hampir semua seri utama SAO (Itupun lupa-lupa ingat dengan ceritanya).

Pengenalan Cerita

Film dimulai dengan menayangkan atmosfir kota Tokyo malam hari. Pada saat itu tahun 2022, pertama kali diluncurkan sebuah NerveGear yang membawa orang ke dunia baru. Tidak seperti SAO season 1, penggambaran teknologi VR di film ini lebih terkesan keren dan terasa futuristiknya.

Kemungkin hal tersebut didukung dengan animasinya yang lebih serius daripada season 1. Bukan berarti SAO season 1 animasinya jelek. Kalau fans melihat perkembangan animasi SAO, gayanya sedikit berubah sejak Ordinal Scale menjadi sedikit realistik yang menurut penulis mirip dengan animasi Ufotable(mejaufo), begitu juga dengan film SAO Progressive ini. NerveGear benar-benar digambarkan sebagai hal yang baru dan revolusioner di film ini, dilihat masih banyaknya gim-gim non-VR yang masih beredar.

Kakaknya Asuna ternyata siscon

Masuk ke Sword Art Online

Masuk ke gim Sword Art Online, Asuna benar-benar seorang sebagai orang yang awam tentang gim. Di sini kalian akan melihat keluguan Asuna akan tentang gim Sword Art Online, yang bahkan nama karakternya memakai nama aslinya dan bentuk karakternya berdasarkan badannya yang asli!! Ya, dia memakai bentuk karakter yang sesuai badannya sendiri sebelum player-player lain bentuk tubuhnya diubah oleh Kayaba Akihiko.  

Kedatangan Asuna sangatlah tiba-tiba bagi temannya, Misumi Tozawa (Mito). Di dalam gim Mito adalah seorang hode om-om yang tinggi badannya. Karakternya juga sampai diubah sampai-sampai Asuna tidak menyadarinya. Jujur saja, ketika melihat hal ini, penulis membayangkan betapa mengerikannya metaverse jikalau sudah mirip dengan yang ada di anime ini. Mito seorang hardcore gamer yang pertama kali memperkenalkan gim ini ke Asuna.

Kedepresian

Kengerian dimulai ketika Asuna ingin keluar dari dunia tersebut namun tidak ada tombol log out. Semua player dikumpulkan dan diberitahu bahwa mulai saat itu mereka semua harus menyelesaikan gim tersebut, awal memulai hidup di dunia itu. "Jika kamu mati di dunia ini maka kamu meninggalkan dunia ini dan realita" begitulah ucap Kayaba, penjebak semua player.

Dari perspektif Asuna diperlihatkan betapa kejamnya dunia Sword Art Online yang sudah tidak bisa dianggap sebagai gim. Lewat percakapan Asuna dengan Mito kita sebagai penonton bisa membayangkan betapa sulitnya untuk bertahan di dunia tersebut jika tidak melakukan sesuatu.

Di awal cerita ini Asuna sangatlah newbie player yang dimana ia hampir mati cuman oleh seekor serigala yang terbilang cukup gampang untuk dilawan. Asuna perlahan-lahan mulai terbiasa menyerang monster-monster tersebut karena diajari oleh Mito.

Perjalanan Asuna dan Mito menyelesaikan quest sangatlah terjal dan penuh rintangan. Menghadapi monster, menyusuri dungeon dengan level yang tidak terlalu mumpuni, pengetahuan yang terbatas dan skill yang rendah.

Menurut penulis, penceritaan Aincrad di film ini sangatlah berbeda dengan SAO season 1 yang lebih memperlihatkan betapa kerennya Kirito sebagai seorang solo player maupun seorang cowok harem dan juga agak kurang character development. Penceritaan di SAO Progressive ini memperlihatkan seorang Asuna yang mengalami character development dari yang awalnya denial dan takut, berkembang menerima kenyataan dan semakin kuat untuk menghadapi dunia tersebut.

Konflik Psikologi

Psikologis karakter utama sangatlah ditonjolkan di film ini. Background Asuna di sini ditampilkan agar penonton tahu lebih jauh sosok Asuna. Seperti halnya anak asia, Asuna juga dihadapkan oleh ibunya yang menuntutnya untuk mendapatkan nilai pelajaran yang bagus, dan punya kelebihan yang lain. Hanya dengan Mito lah Asuna dapat lebih berekspresi.

Misumi Tozawa (Mito)

Konflik cerita semakin memuncak ketika Asuna ditinggalkan oleh Mito, satu-satunya sahabat yang ia kenal di dunia itu. Ia jatuh terpuruk, dan terpaksa untuk menghadapi dunia tersebut sendirian. Feel sedih di film ini sangatlah terasa.

Satu-satunya orang yang membuatnya bangkit hanyalah Kirito. Kirito jugalah yang menjadi tempat curhatnya, yang dimana di ujung cerita Asuna dan Mito menyelesaikan kesalahpahaman. Asuna menganggap Kirito sebagai cerminannya untuk menghadapi dunia Sword Art Online tersebut.

Penutup

Di film ini, penceritaan bagaimana hidup di Aincrad berbeda dengan SAO season 1. Bukan tentang skill, kebolehan, dan level yang ingin ditampilkan dalam film ini, tetapi sebuah character development terutama dari sisi psikologi karakter. Walaupun begitu, film ini juga masih dibumbui sedikit komedi. Animasi bertarungnya juga lebih bagus daripada SAO season 1.

Nah, apakah harus menonton SAO season 1 sebelum menonton film ini? Ya, kalau menurut fans berat SAO, terasa kurang dan tidak lengkap jika tidak menonton season pertamanya. Akan tetapi, film ini sudah sangat enjoyable walau tidak menonton season pertamanya. Latar cerita akan dicertikan kembali di film ini dan mulai dari awal. Jadi untuk kalian yang belum menonton SAO season 1 akan cukup paham tentang ceritanya.  

Perlu diingat, cerita di film ini belumlah selesai karena akan ada cour keduanya yang juga akan ditayangkan mulai tahun ini.

Begitulah ulasan penulis sebagai fans SAO medioker, kurang lebihnya minta maaf. Penulis sangat menyarankan untuk segera menontonnya di bioskop terdekat sebelum menghilang dari peredaran.                                                                                      

Tag

Rizky Aufa Febrianto

Rarely writing

Mantap! Kamu telah berhasil berlangganan.
Mantap! Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh.
Selamat datang kembali! Kamu telah berhasil masuk.
Sukses! Akun kamu telah aktif, sekarang kamu bisa mengakses semua konten.