Sumber: SpaceX

40 Satelit Starlink Jatuh Hancur Dihantam Badai Matahari

Teknologi 11 Feb 2022

3 Februari 2022, Starlink perusahaan yang menyediakan layanan internet berbasis satelit meluncurkan 49 satelit menggunakan roket Falcon 9 SpaceX dalam proyek untuk menyediakan internet super cepat. Nahas, proyek itu tidak berjalan sempurna karena pada 8 Februari 2022, 40 roket dari 49 roket yang diluncurkan dihantam oleh badai geomagnetik. Dikutip dari BBC lewat CNBC Indonesia, Kamis (10/02/2022), badai geomagnetik tersebut terjadi karena matahari memuntahkan plasma dan medan magnet yang bisa menghantam Bumi.

Saat badai terjadi, Starlink sudah mengatur semua satelitnya ke dalam safe mode untuk meminimilasir daya tariknya. Akan tetapi 40 roket yang mengorbit rendah tersebut berhasil tertarik. Dilansir dari laman SpaceX, GPS yang tertanam menunjukkan peningkatan daya tarik sebanyak 50 persen dibandingkan saat pertama kali peluncuran yang disebabkan peningkatan kecepatan badai tersebut. Satelit-satelit tersebut dibuat agar mudah hancur saat menghantam atmosfer Bumi. Oleh karena itu tidak ada bagian atau puing dari satelit yang dapat sampai ke Bumi.

Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat mengatakan badai geomagnetik dapat diukur dari skala  G1 sampai G5. Dikutip dari CNBC, Erika Palmerio seorang saintis di Predictive Science mengungkap badai geomagnetik yang menghantam satelit Starlink berada di tingkat G1, dan lumayan terjadi sebanyak 1700 kali selama 11 tahun siklus matahari. Efek samping dari meningkatnya kepadatan atmosfer adalah dapat merubah orbit satelit kecil yang berada di orbit Bumi rendah.

Tag

Rizky Aufa Febrianto

mediocre in all sector