Developer Call of Duty Akui Permasalahan Warzone Semakin Kacau

Gaming 13 Feb 2022

Belum lama ini, Activision Blizzard selaku publisher mengkonfirmasi bahwa Call of Duty tahun ini akan menjadi sekuel dari Modern Warfare 2019 sekaligus dengan kejutan baru berupa Call of Duty: Warzone 2, setelah diumumkan melalui akun Twitter resmi mereka.

Memang fans sudah menduga akan kehadiran sekuel dari Modern Warfare 2019, namun cukup terkejut akan hadirnya sekuel dari Warzone, game bertema battle royale dari CoD ini, dan Activison ada alasannya.

Adanya "Kekacauan" yang Menimpa Warzone

Seperti yang dilansir melalui CharlieIntel, Activison mengadakan pertemuan daring antara developer CoD dengan para conten creator. Direktur Studio Infinity Ward, Pat Kelly secara terangan-terangan mengatakan bahwa kondisi Warzone sedang benar-benar memburuk.

"Kami mengacaukannya, kami merusaknya. Kami sama sekali tidak senang akan hal ini, tidak ada alasan apapun," ujar Kelly.

Alasan mereka "tidak senang" merujuk pada buruknya peforma CoD: Warzone seiring dengan berbagai berbagai update yang diberikan oleh Infinity Ward, bahkan update Pacific sampai ditunda dua minggu dari jadwal seharusnya demi memperbaiki masalah tersebut.

Kelly mengatakan bahwa Warzone awalnya hanya diberikan sepaket dengan Modern Warfare 2019. Namun dengan meledaknya popularitas ketika berstatus sebagai free-to-play, Activision memutuskan untuk memasukkan judul CoD selanjutnya ke dalam Warzone seperti Black Ops Cold War dan Vanguard, dan terus melanjutkan update dan expansion, menjadikan pengembangan Warzone menjadi semakin kacau dan akhirnya "kehilangan arah".

"Ini tidak terasa seperti Modern Warfare, maupun terasa seperti Black Ops", akui Kelly.

Saat ini developer akan terus berusaha untuk memperbaiki Warzone, sekaligus akan semakin terbuka kepada para pemain dan lebih transparan ke depannya.

Tag

Dio Puja Altha

Seseorang yang sangat menyukai segala yang berhubungan dengan SPEED and POWER. Also loves anime and manga as well, especially Racing genre (๑>◡<๑)