Ketika Para Industri Video Game 'Kompak' Setop Berjualan di Rusia

Gaming 8 Mar 2022

Perang antara Rusia dan Ukraina benar-benar membuat dunia 'kelabakan' dalam menangani konflik ini. Salah satu yang dilakukan sebagai respon terhadap konflik adalah melakukan gerakan dukungan terhadap Ukraina.

Tidak hanya para industri sosial media yang merespon dengan memblokir Rusia, para industri teknologi juga turut mendukung Ukraina dari Russia dengan menghentikan penjualan di negara 'Beruang Putih' tersebut.

'Kompak' Setop Berjualan di Rusia

Pertama adalah Activision yang menyatakan penghentian penjualan di Rusia sampai waktu yang tidak ditentukan selama konflik masih berlangsung. Pernyataan ini dikemukakan oleh Daniel Alegre, COO dari Activision melalui blog post resmi perusahaan.

"Hari ini, kami mengumumkan bahwa Activision Blizzard akan menangguhkan penjualan baru dan dalam game kami di Rusia selama konflik ini berlanjut. Kami akan terus mencari cara untuk mendukung rakyat Ukraina. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa keselamatan karyawan kami adalah prioritas utama tim kepemimpinan kami. Kami melakukan segala yang mungkin untuk membantu karyawan, dan keluarga mereka, yang terkena dampak langsung dari tragedi ini. Jika Anda atau kolega membutuhkan dukungan, jangan ragu untuk menghubungi manajer Anda atau pemimpin SDM setempat. Saya juga ingin mengingatkan Anda bahwa Program Bantuan Karyawan kami tersedia bagi mereka yang membutuhkan dukungan emosional selama masa sulit ini."

Selanjutnya adalah Epic Games, yang memutuskan untuk menghentikan pemasaran game di Epic Games Store untuk region Rusia. Namun Epic Games tidak memblokir akses dari store sebagaimana digunakan sebagai "alat komunikasi."

CD Projekt Red sendiri juga mengumumkannya di sosial media miliknya bahwa mereka ikut menghentikan penjualan game di Rusia dan Belarusia baik secara fisik maupun digital (via GOG) hingga waktu yang belum ditentukan.

Perdana Menteri Mendesak Xbox dan PlayStation

Gerakan menghentikan dukungan terhadap rusia tidak hanya dilakukan seara sukarela dari para industri video game. Wakil Perdana Menteri Ukraina - Mykhailo Fedorov meminta agar Xbox dan Playstation untuk menghentikan segala dukungan bisnis mereka di Rusia.

Melalui cuitannya dari twitter, Mykhailo Fedorov menunjukkan surat terbuka kepada Xbox dan PlayStation. Fedorov menyatakan bahwa saat ini tentara serta rakyat Ukraina sedang berusaha mempertahankan negaranya dari serangan Rusia sehingga mereka meminta bantuan dengan menghentikan dukungan pasar di Rusia.

Desakan itu akhirnya direspon oleh Microsoft yang telah menghentikan penjualan dan layanan di Rusia melalui tulisan di blog post. Sedangkan Sony masih ambigu dengan menghentikan penjualan Gran Turismo 7 di Rusia, namun tidak menjelaskan lebih lanjut alasan penghentian penjualan tersebut.

Pada akhirnya, para gamer di Rusia mungkin tidak ada sangkut pautnya dengan konflik Rusia-Ukraina maupun agresi militer yang dilakukan oleh pemerintah Rusia, namun jelas mereka yang terdampak dari gerakan yang dilakukan oleh para industri di video game. Akan tetapi, gerakan tersebut dilakukan agar komunitas dunia dapat berbicara tentang apa yang terjadi di Eropa saat ini.

Tag

Dio Puja Altha

Seorang penulis yang selalu kebelet menulis melawan tangan saya yang gatel mengetik di keyboard (๑>◡<๑). Memutuskan untuk terjun ke "Lubang Kelinci" demi mengubah sifat introvert saya (^^;)