Imbas Skandal Tes Keselamatan, Daihatsu Hentikan Sementara Produksi Kendaraannya

Mediaformasi.com - Perusahaan otomotif asal Jepang, Daihatsu menghentikan sementara produksi kendaraannya sejak Selasa (26/12).

Hal ini merupakan imbas dari adanya skandal pada tes keselamatan terhadap 64 model yang diproduksi di Jepang, Malaysia dan Thailand.

Bahkan, Daihatsu mengakui bahwa pihaknya telah memanipulasi tes keselamatan sejak tiga dekade yang lalu.

Mengutip laporan The Guardian, skandal tersebut pertama kali terungkap pada April 2023, ketika Daihatsu mengakui bahwa mereka telah memanipulasi data pada empat model yang diproduksi di Thailand dan Malaysia, dari tahun 2022 hingga 2023.

Sejak skandal itu terungkap, Daihatsu mengakui bahwa masalah serupa telah terjadi di hampir seluruh proses produksinya, dengan investigasi internal yang menemukan bahwa ada data yang dipalsukan sejak tahun 1989.

"Kami mengkhianati kepercayaan pelanggan kami," kata CEO Daihatsu, Soichiro Okudaira, pada konferensi pers di Tokyo minggu lalu. "Semua kesalahan ada pada manajemen."

Kemudian, Daihatsu mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan sementara pengiriman semua model saat investigasi berlangsung.

Investigasi awal menemukan bahwa pemendekan waktu research and developent atau RnD kendaraan kemungkinan besar merupakan penyebab utama pemotongan waktu pemeriksaan keselamatan.

Daihatsu mengidentifikasi pintu yang sulit dibuka dari luar setelah kecelakaan sebagai masalah keselamatan utama, meskipun hingga saat ini tidak ada laporan cedera terkait masalah tersebut.

Dampaknya ke Model Daihatsu dan Toyota di Indonesia

Skandal tersebut bukan hanya berdampak pada produksi dan penjualan model Daihatsu di Jepang saja, setidaknya ada beberapa model Daihatsu yang diproduksi di Indonesia juga ikut terdampak dari skandal tersebut.

Mengutip dari Suara Merdeka, ada beberapa model produksi Toyota dan Daihatsu yang diproduksi pabrik ADM dan TMMIN ikut terdampak atas skandal ini.

Rata-rata merupakan produk yang diproduksi untuk pasar domestik maupun pasar ekspor.

Beberapa model yang terdampak diantaranya Avanza-Xenia (termasuk Veloz), Agya-Ayla (termasuk Wigo untuk pasar ekspor), Raize, Rush, Yaris Cross dan Gran Max.

Walhasil, pihak Daihatsu dan Toyota di Indonesia sempat menghentikan ekspor sementara dari beberapa model mereka ke luar negeri.

Tetapi per tanggal 26 Desember kemarin, ADM kembali membuka ekspor secara bertahap ke 60 negara tujuan ekspor, sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg Technoz.

Meskipun demikian, produksi domestik dari Daihatsu di Indonesia tetap berjalan ditengah skandal yang terjadi saat ini.***