Roman Nedielka saat tiba dinegeri China (Foto: E.Round The World)

Roman Nedielka, Berhasil Mengelilingi Dunia dengan Motor Listrik dan Tanpa Sponsor

Otomotif 11 Apr 2024

Roman Nedielka, seorang warga negara Slovakia yang kini tinggal di Indonesia Berhasil melakukan Solo Touring berkeliling dunia dengan menggunakan motor listrik Zero DSR/X.

Sebuah tonggak bersejarah telah dicapai di bidang mobilitas listrik dengan selesainya perjalanan solo pertama keliling dunia menggunakan sepeda motor listrik.

Proyek Perjalanan yang dinamakan "E.Round The World" ini Dimulai dari Jakarta pada Juli 2023 dengan visi untuk menunjukkan kelayakan dan keandalan sepeda motor listrik melalui perjalanan jarak jauh yang ekstrem ini untuk berkeliling dunia.

Rute Perjalanan Dan Pengalaman selama Berkeliling Dunia

Rute Yang dilalui Roman saat berkeliling dunia, dimulai dari Jakarta, Indonesia dan berakhir juga di Indonesia (Foto: E.Round The World)

Dimulai dari Indonesia ke Malaysia, Thailand, Laos, Cina, Kazakhstan, Azerbaijan, Georgia, Turki, Bulgaria, Serbia, Hongaria, Slovakia, Ceko, Jerman, Prancis, Amerika Serikat, Australia, Timor Leste, dan kembali ke Indonesia yang mencakup lebih dari 40.000 km dan sepenuhnya sendirian, adalah sebuah pencapaian bisa berkeliling dunia dengan menggunakan motor listrik.

Roman Saat Tiba di Death Valley, Amerika Serikat

Sepanjang perjalanan yang memakan waktu hingga 7 bulan, Roman menghadapi beragam budaya, iklim, dan suasana tiap negara, masing-masing menghadirkan tantangan dan pengalamannya sendiri. Dari persimpangan hutan Asia Tenggara selama musim hujan, hamparan gurun Kazakhstan yang luas dan kosong dengan angin kencang, suhu beku Amerika Serikat di musim dingin, dan panasnya musim panas hingga 45 Derajat di Australia.

Tantangan utama selama perjalanannya adalah beradaptasi dengan berbagai kondisi cuaca dan mengikuti prosedur bea cukai saat melintasi perbatasan. Selain itu, standar pengisian daya yang berbeda di seluruh negara mengharuskan Roman untuk membawa adaptor dan kabel yang cocok untuk setiap negara.

Meski kondisi menantang, perjalanan itu berhasil tanpa masalah walaupun menggunakan Motor Listrik, hanya membutuhkan perawatan seperti sepeda motor konvensional seperti ban dan rem setelah mencapai 25.000 km.

Lalu, bagaimana jika daya baterai habis selama perjalanan? dan apa kesimpulan dari Solo Touring ini?

Setibanya di Turki, Roman langsung mengisi daya baterai motor listriknya
"Sepanjang perjalanan saya, sangat mungkin untuk menemukan tempat pengisian daya. Saya dapat meminta izin dari orang-orang di sana untuk menggunakannya dan mengisi daya sepeda motor saya, dan umumnya, mereka baik dan membantu. Saya tidak pernah kehabisan baterai selama perjalanan saya."

Menurut Roman, salah satu keuntungan dari sepeda motor listrik adalah pengoperasiannya yang tenang, terutama terlihat kontras dengan kebisingan lalu lintas Jakarta dan kota-kota di Cina di mana sepeda motor dengan bahan bakar bensin telah dilarang.

"Ini jauh lebih berdampak pada potensi sepeda motor listrik di Indonesia karena ada 9 kali lebih banyak sepeda motor daripada mobil. Jadi, dampaknya akan sangat besar jika masyarakat Indonesia mulai menggunakan sepeda motor listrik."

Bagi kamu yang ingin memulai Solo Touring, Roman menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik. Sebelum berangkat, ia melakukan persiapan dengan fokus pada asupan makanan, angkat besi, dan yoga. Selain itu, mengkonsumsi makanan sehat juga sangat penting.

"Sekarang setelah saya selesai dengan petualangan ini, saya berharap dapat memprioritaskan kebiasaan makan dan olahraga agar lebih sehat." kata Roman.
"Selama perjalanan, fokus saya terutama pada pengisian daya sepeda saya dan memastikan motor tidak bermasalah, saya menyadari tantangan untuk mengakses makanan yang tepat," Tambahnya.

Meskipun berasal dari latar belakang yang sederhana, berkat 22 tahun kerja keras dalam karirnya, ia dapat mencapai perjalanan ini tanpa sponsor atau monetisasi konten, yang memastikan keaslian dan relevansi dengan publik.

Walaupun Perjalanannya berakhir, Roman tetap berkomitmen untuk meningkatkan ekosistem "E-Mobility" di Indonesia, mendorong lebih banyak orang untuk menggunakan transportasi berkelanjutan dan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menggunakan listrik dan berkontribusi pada peningkatan kelayakan dan kualitas hidup di Indonesia.

Tag

Stivel Yuexi Rakkang

Gadget Addict, EV Fan, Photo Hobbyist. Kadang Juga Sering Khilaf Kalo Ada "Mainan" Baru