Pertandingan babak Knockout Stage pekan ketiga FFWS SEA 2026 Fall menghadirkan kejutan manis bagi para penggemar esports Tanah Air.
Pertaruhan strategi melalui perombakan komposisi pemain terbukti menjadi kunci sukses yang membawa perwakilan Indonesia tampil makin perkasa di panggung internasional.
Resep Manjur Perubahan Roster Tim Indonesia
Bigetron by Vitality berhasil bangkit dari posisi sepuluh di hari pertama setelah memasukkan dua amunisi baru, FELLOW dan TIUSZZ. Penampilan agresif mereka di hari kedua sukses mendulang Booyah serta total 97 poin, yang mengamankan posisi kedua klasemen sekaligus tiket otomatis menuju babak selanjutnya.
Langkah ini disusul oleh ONIC yang tampil luar biasa konsisten. Keputusan pelatih AFM mengembalikan pemain veteran ADAM serta memercayakan posisi kapten kepada pemain asal Thailand, POOM, membuahkan puncak performa dengan raihan 116 poin di hari ketiga.
Hasil positif tersebut memastikan Bigetron by Vitality dan ONIC menggenggam tiket Grand Finals lebih awal. Mereka menyusul tim-tim raksasa regional seperti All Gamers Global, Buriram United Esports, Twisted Minds, dan Team Flash.
Ujian Berat EVOS Divine dan Tiket Tersisa

Berbanding terbalik dengan dua kompatriotnya, tiga wakil Indonesia lainnya masih harus berjuang keras. MBR Omega dan RRQ Kazu belum mampu menembus posisi dua besar klasemen pekan ketiga.
Sementara itu, EVOS Divine menghadapi situasi paling krusial. Absennya Rasyah dan Reyy yang memutuskan rehat membuat sang juara dunia masih kesulitan menemukan ritme permainan terbaik hingga tertahan di peringkat ke-11.
Pekan keempat Knockout Stage yang berlangsung pada 4-6 September 2026 menjadi ajang penentuan terakhir. Hanya ada enam tiket tersisa menuju Surabaya, sementara enam tim terbawah dipastikan gugur dari kompetisi. Tiga tim Indonesia dituntut tampil maksimal jika tidak ingin angkat kaki lebih awal.





