Hai, MedForians!
Skenario tak terduga mewarnai perjalanan tim esports raksasa Indonesia, Rex Regum Qeon, di ajang Esports World Cup (EWC) 2026.
Meski skuad utama Mobile Legends: Bang Bang mereka, RRQ Hoshi, terpaksa absen karena gagal melaju dari babak kualifikasi, tingkat pemirsa yang diraih organisasi ini justru menunjukkan statistik yang sangat positif.
Pertumbuhan Masif Lewat Game Battle Royale

Berdasarkan data resmi dari Esports Charts, total Hours Watched yang berhasil dikumpulkan RRQ selama main event EWC 2026 melesat hingga 18,44 juta jam. Angka tersebut menandai peningkatan sebesar 44 persen secara year-over-year jika dibandingkan dengan pencapaian mereka pada edisi 2025 lalu.
Pendorong utama lonjakan ini datang dari lini battle royale. Divisi PUBG Mobile menyumbang porsi terbesar hingga 46,7 persen, disusul oleh Free Fire sebesar 28 persen, serta Apex Legends yang mengamankan 24,2 persen. Sementara itu, divisi VALORANT dan TrackMania melengkapi sisa porsi penonton.
CEO Esports Charts, Artyom Odintsov, menyoroti bahwa peningkatan volume tontonan ini membuktikan daya tarik nama RRQ di tingkat global. Meski begitu, tingginya angka Hours Watched pada genre battle royale tidak serta-merta mencerminkan jumlah basis penggemar setia secara mutlak. Format laga yang melibatkan banyak tim dalam satu arena membuat statistik penonton terbagi ke seluruh peserta di lobby.
Dominasi Bahasa Hindi dan Jangkauan Global
Hal menarik lainnya terletak pada demografi penonton. Bahasa Hindi mendadak menjadi kontributor bahasa terbesar untuk RRQ dengan porsi 19,8 persen.
Tingginya angka ini dipengaruhi oleh popularitas turnamen PUBG Mobile dan Free Fire di wilayah kawasan tersebut, ditambah lagi dengan tingginya pemirsa dari sesi co-streaming kreator konten ternama seperti Snax Gaming.
Di kawasan Asia Tenggara, RRQ kini menduduki peringkat keempat dalam hal eksposur tontonan selama ajang EWC 2026. Catatan ini membuktikan bahwa sang "Raja dari Segala Raja" berhasil memperluas jangkauan merek mereka di panggung internasional tanpa melulu bertumpu pada satu divisi game saja.





