Pop Kultur•

Japan Actors Union Buat Pedoman untuk Penggunaaan AI

Japan Actors Union (JAU) membuat versi pertama pedoman Generative AI yang berjudul (Onsei ni Kansuru Saisei AI Riyou Guideline)

Oleh Rizky Aufa Febrianto 1 menit baca
Konferensi Japan Actors Union. Sumber gambar: prtimes.jp
Konferensi Japan Actors Union. Sumber gambar: prtimes.jp

Dilansir dari Anime News Network pada Sabtu (17/10), The Japan Actors Union (JAU) menampilkan versi pertama dari pedoman baru untuk penggunaan Generative AI pada hari Kamis (15/10). Pedoman tersebut bernama "Guidelines for the Use of Generative AI on Vocal Audio Work" atau dalam bahasa Jepangnya (Onsei ni Kansuru Saisei AI Riyou Guideline).

Pedoman yang berjumlah 21 halaman ini tersedia dalam bentuk file PDF, dan bisa diunduh pada situs JAU dalam jumlah 6 bagian dan 22 artikel.

Pedoman tersebut mendefinisikan audio vokal sebagai semua rekaman audio dari aktor dan seiyuu, termasuk dengan rekaman audio pribadi. Lanjutannya adalah penggunaan AI mencakup penggunaaan berbagai teknologi AI, voice synthesis technology, deep learning, machine learning, dan modeling via prompts/intruksi, tagging, configuring metadata, operating GUI screens, dan file spesification.

Sebelumnya pada akhir bulan Oktober 2024, beberapa seiyu mengumumkan mereka mendirikan grup bernama No More Mudan Seisei AI (No More Unauthorized Generative AI). Grup tersebut dibuat untuk melinduingi para seiyu dari penggunaan suara mereka untuk generative AI yang tidak diizinkan.

Kasus Kenjiro Tsuda yang suaranya dipakai di TikTok menggunakan AI, berujung dibatalkan karena video sudah dihapus dari platform tersebut.

Bagikan

Tentang Penulis

Rizky Aufa Febrianto
Rizky Aufa FebriantoPenulis di Media Formasi

Rizky Aufa Febrianto adalah bagian dari tim editorial Media Formasi yang berdedikasi untuk memberikan berita dan informasi terkini seputar dunia pop kultur, hobi, dan teknologi di Indonesia.

Punya pertanyaan atau ingin menghubungi tim redaksi? Email kami di [email protected]