Menu Tutup

Bug Lagi, Foto Privat 6.8 Juta Pengguna Facebook Bocor

Hai MedForians!

Sebuah bencana yang tak diinginkan telah terjadi ke perusahaan sosial media terbesar dunia, Facebook.

Bug Terbaru

Setelah terdampak oleh beberapa skandal keamanan pada tahun ini, kali ini terdapat celah keamanan baru pada sistem media sosial Facebook.

Bug ini terdapat pada API (Application Program Interface) yang terkait pada fungsi pengunggahan foto (upload).

Bug tersebut berkaitan dengan izin pihak ketiga yang dapat meminta izin akses foto pengguna Facebook.

Berdasarkan tulisan resmi di blog Facebook, dikatakan bahwa bug ini membuat pihak ketiga yang sudah pernah diizinkan sebelumnya mendapatkan akses kepada semua foto pengguna.

Foto tersebut termasuk dalam semua kategori foto, termasuk foto publik, foto stories, foto pribadi, hingga foto yang belum dipublikasikan atau masih dalam bentuk unggahan.

Namun, foto yang dikirim melalui pesan singkat atau melalui Messenger tidak terdampak bug ini.

Dikutip dari TechCrunch, KompasTekno, dan BBC News, dikatakan bahwa 6.8 juta pengguna media sosial tersebut terdampak pada bug ini.

Terdapat sekitar 1.500 aplikasi pihak ketiga yang terdampak pada bug akses tanpa batas tersebut.

“Saat seorang pengguna memberikan izin atas hak akses foto-fotonya di Facebook, kami biasanya hanya memberikan akses foto yang sudah pernah dibagikan pengguna tersebut pada linimasanya,” tulis Facebook pada blognya.

BACA JUGA :  Jaga-jaga Diblokir AS, Huawei Kembangkan Sistem Operasi Sendiri

“Namun, pada kasus ini, bug ini memungkinkan para pengembang mendapatkan akses ke foto lainnya.” lanjut tulisannya.

Sudah Aktif Lama

Menurut informasi terbaru, dikatakan bahwa bug tersebut sempat aktif selama 12 hari, yaitu pada periode tanggal 13-25 September 2018. Pada tanggal 25, dikatakan bahwa pihak internal Facebook berhasil menemukan bug tersebut, dan memperbaikinya.

Kemudian, pada tanggal 22 November 2018, perusahaan ini mengabarkan penemuan ini pada pihak penanggungjawab privasi data pengguna Uni Eropa dan pengawas regulasi GDPR, Office of the Data Protection Commissioner.

Pihak Facebook kemudian mengeluarkan pernyataan minta maaf dan telah menyiapkan alat-alat untuk para pengembang aplikasi untuk melihat apakah aplikasi mereka terdampak bug ini.

Kemudian perusahaan sosial media ini akan memberikan notifikasi terhadap pengguna yang terdampak, yang kemudian akan mengarahkan pengguna untuk melakukan pengecekan mengenai aplikasi yang mereka gunakan, apakah terdampak atau tidak.

Skandal Keamanan Facebook

Berita celah keamanan yang berdampak pada privasi pengguna sosial media ini bukanlah hal baru. Pada tahun ini, terdapat berbagai macam bug dan celah keamanan. Kejadian tersebut membuat data pengguna dan informasi lainnya untuk bocor ke pihak lain.

BACA JUGA :  Samsung Galaxy M10 Terlambat Masuk Indonesia, Ini Alasannya

Selain dari skandal Cambridge Analytica, terdapat juga bug yang membocorkan data 30 juta pengguna pada bulan September lalu. Kemudian, terdapat bug yang “tidak terlalu signifikan”, seperti bug untuk melihat jumlah “likes” pada bulan November, bug yang menghapus Live Videos pengguna pada bulan Oktober, dan bug tidak langsung yang berdampak pada media sosial Instagram pada bulan November lalu.

Seiring dengan perkembangan, pihak perusahaan telah menyiapkan dan berusaha untuk mengatasi permasalahan ini. Namun terkadang akan ada beberapa hal yang terlewat, dan berpotensi membahayakan pengguna.

Bagaimana, MedForians? Apakah kalian masih akan menggunakan Facebook? Yuk berikan tanggapannya!

Baca Juga Artikel Ini!

×