Menu Tutup

Sampai Jumpa Blok M, Ennichisai Tahun Depan Harus Pindah Lokasi

Keramaian Ennichisai Blok M

Hai, MedForians!

Penyelenggaraan Ennichisai Little Tokyo yang ke-10 ini sudah selesai. Berbagai penampilan menarik dan berbagai booth hadir di kawasan Blok M. Benarkah jika kemarin adalah Ennichisai terakhir yang digelar di salah satu wilayah Jakarta Selatan tersebut?

Ketua Penyelenggara Ennichisai sekaligus pemilik Daisei Group, Daisei Takeya mengungkapkan rencana perpindahan lokasi event budaya Jepang ini di depan beberapa media, termasuk Media Formasi.

“Untuk tahun depan Ennichisai masih akan diselenggarakan kembali, namun yang jelas tidak akan digelar di Blok M lagi.” ujarnya. Dengan rencana perpindahan lokasi tersebut, Daisei-san ingin event ini menjadi lebih baik dan lebih besar lagi.

Sebagai ketua pelaksana, dirinya sangat ingin kembali mengadakan Ennichisai di tahun 2020 mendatang. Setelah penyelenggaraan Ennichisai tahun ini selesai, ia akan langsung melakukan rapat dengan panitia mengenai rencana Ennichisai tahun depan.

“Perencanaan Ennichisai itu memakan waktu hingga 6 bulan, itupun saya sambil tetap bekerja normal”.

Mengapa Ennichisai Harus Pindah dari Blok M?

Antusiasme Ennichisai Blok M yang Tak Terbendung
Antusiasme Ennichisai Blok M yang Tak Terbendung

Alasan perpindahan lokasi ini salah satunya disebabkan oleh lokasi Blok M yang sudah mulai sempit, dan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Sehingga lokasi yang sudah terkenal sebagai “Little Tokyo” ini dirasa tidak sanggup lagi menampung pengunjung sebanyak itu.

BACA JUGA :  [Liputan] City of Gamers - Event Multikultur Dalam 1 Mall

“Saya dulu tidak menyangka kalau Ennichisai Blok M bisa sebesar ini, semua berkat passion saya juga.” ujarnya. Daisei-san juga tidak menyangka efek pembangunan MRT yang semakin mempermudah akses ke Blok M. Itu membuat Ennichisai semakin jadi tujuan utama para penggemar budaya Jepang. “Ennichisai telah menjadi tempat yang spesial bagi para panitia” tambahnya.

Ditambah lagi, kondisi Blok M yang sudah tidak seperti dulu. Menurut Daisei-san, 10 tahun yang lalu masih banyak orang Jepang yang mendiami kawasan tersebut. Namun kini, kawasan pertokoan tersebut mulai didominasi oleh penduduk lokal.

Banyak juga pemilik ruko yang merasa kurang setuju jika Ennichisai tetap diadakan. Karena selama event ini berlangsung, toko-toko dan restoran yang terletak di Blok M Square tersebut masih beroperasi. Daisei-san juga menyebut bahwa manajemen Blok M tidak membuat pengaruh besar terhadap Ennichisai dan menginginkan tempat yang lebih luas.

Daisei-san mengakui bahwa Pemprov DKI Jakarta sebenarnya mampu untuk mendukung penuh event ini. Sayangnya masih belum ada dukungan maksimal. Hal ini membuat ia ingin ‘melepaskan ikatan’ yang mengakar pada Ennichisai sejak 10 tahun terakhir yang ‘hanya ingin diadakan di Blok M saja’.

Ia juga tidak menutup kemungkinan Ennichisai akan membantu gelaran matsuri-matsuri kecil di daerah lain. Untuk detailnya masih belum dapat diungkapkan saat ini. Namun ini adalah rencana yang cukup menarik.

BACA JUGA :  [Liputan] Yuk, Intip Keseruan BBunkasai Malang 2019!

Dengan Senang Hati Menerima Masukan

Daisei-san juga mempersilakan para pengunjung untuk memberi masukan mengenai tempat yang cocok untuk penyelenggaraan acara di tahun depan. Panitia akan berusaha untuk membuat suasana Ennichisai di tempat baru sama seperti di Blok M.

Jika venue baru sudah ditemukan dan event ini kembali diadakan, ia dengan senang hati mempersilakan pengunjung untuk kembali datang ke Ennichisai.

Bagaimana menurutmu, MedForians? Venue manakah yang tepat untuk penyelenggaraan Ennichisai di tahun 2020? Mari bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×