Menu Tutup

Data dan Privasi Pengguna FaceApp Terancam, Berikut Klarifikasinya

Hai, MedForians!

Aplikasi FaceApp kembali viral di media sosial. Banyak orang yang memposting wajah mereka yang menjadi tua, menjadi tampan, atau bahkan menjadi cantik karena menggunakan aplikasi ini. 

Banyaknya pengguna yang mengakses bahkan sempat membuat aplikasi ini down. Namun kini muncul perdebatan baru soal privasi dan keamanan data pengguna. Benarkah FaceApp mengakses foto pengguna tanpa izin?

Isu Kebijakan Privasi

Dikutip dari Kumparan, Tak sedikit orang yang mempertanyakan keamanan privasi dari penggunaan aplikasi itu. Muncul spekulasi bahwa aplikasi yang populer gara-gara hashtag #faceappchallenge ini mengambil informasi pribadi pengguna yang dimanfaatkan untuk kepentingan perusahaan.

Berdasarkan syarat dan perjanjian penggunaan aplikasi saja, pengguna diminta memberikan sejumlah izin kepada aplikasi. Salah satunya adalah mengakses berbagai informasi dari pengguna.

Dengan kata lain, pihak pengembang FaceApp bisa saja mempublikasi foto yang pengguna unggah ke dalam aplikasi kepada publik kapan saja mereka inginkan. Perusahaan juga secara terang-terangan mengatakan mengoleksi informasi privasi pengguna dan menggunakannya untuk strategi pemasaran ke depannya.

BACA JUGA :  Realme 5 dan Realme 5 Pro, Ponsel 4 Kamera Harga Terjangkau

Dimiliki Oleh Perusahaan Rusia

Namun, ada kekhawatiran yang disebabkan karena perusahaan pemilik aplikasi itu adalah Rusia, yang banyak disebut orang identik dengan kasus peretasan.

Dari CNBC Indonesia, Ketua Senat dari partai Demokrat Chuck Schumer telah secara resmi melayangkan surat yang meminta FBI dan FTC untuk melakukan investigasi terhadap FaceApp. Fokusnya soal keamanan data pengguna terutama pengguna dari AS.

“Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transformasi pada foto orang, seperti menua dalam gambar. Sayangnya, hal baru ini bukannya tanpa risiko: FaceApp dikembangkan oleh Rusia, ” tulis Bob Lord, chief security officer DNC.

“Akan sangat meresahkan jika informasi pribadi sensitif warga AS diberikan kepada kekuatan asing yang bermusuhan dan terlibat secara aktif dalam permusuhan siber dengan AS,” demikian bunyi sebagian surat dari Senator Schumer, seperti dikutip dari The Verge, Kamis (17/7/19).

BACA JUGA :  Huawei Mate 30 Pro Resmi Diumumkan, Gunakan Android, Kirin 990, dan 5G

Direktur privasi dan kebijakan teknologi Consumer Reports Justin Brookman mengatakan pengguna harus memperhatikan perjanjian penggunaan aplikasi secara serius.

Tanggapan FaceApp

Menjawab kekhawatiran ini FaceApp mengatakan “99% pengguna tidak login, oleh karena itu, kami tidak memiliki akses ke data apapun yang dapat mengindentifikasi seseorang

“Kami tidak menjual atau berbagi data pengguna apa pun dengan pihak ketiga mana pun,” ujar FaceApp dalam keterangan tertulis.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×