Menu Tutup

Eir Aoi Bawakan Lagu Penutup Anime Fate / Grand Order: Babylonia

Hai, MedForians!

situs web resmi untuk anime Fate / Grand Order Absolute Demonic Front: Babylonia (Fate / Grand Order: Zettai Majū Sensen Babylonia), mengumumkan pada Minggu (15/9) bahwa Eir Aoi akan menampilkan lagu tema penutup berjudul “Hoshi ga furu Yume” (Dream of a Falling Star).

Akun Twitter resmi untuk anime ini juga meluncurkan video iklan baru yang menampilkan lagu tersebut. Berikut cuplikannya:

Via cuitan Twitter dan web resminya, Eir Aoi mengakui bahwa dirinya senang bisa kembali berpatisipasi di Fate series. Perlu diketahui bahwa dirinya memulai debut solo ketika membawakan lagu penutup anime Fate / Zero.

Anime yang diadaptasi dari cerita game smartphone Fate / Grand Order “Dai Nana Tokuiten Zettai Maju Sensen Babylonia” (Order VII: The Absolute Frontline in the War Against the Demonic Beasts: Babylonia) itu akan tayang perdana di kanal televisi Tokyo MX, BS11, Gunma TV, dan Tochigi TV pada 5 Oktober pukul 23.30 JST.

Anime ini juga akan mengudara di MBS dan tayang secara streaming di AbemaTV, Niconico Nama Dōga, Niconico Channel, dan d Anime Store.

BACA JUGA :  Sally Amaki Konfirmasikan Kedatangannya di Acara Creators Super Fest 2019

Aniplex of America akan menjadi tuan rumah pemutaran perdana episode 0, 1, dan 2 anime-nya untuk negara Amerika Serikat di Aratani Theater di lingkungan Little Tokyo, Los Angeles pada 29 September mendatang pukul 16:00.

Berikut sinopsis anime Fate / Grand Order: Babylonia yang diambil dari Aniplex of America:

A.D. 2017, Era terakhir di mana Magecraft masih ada.
Masyarakat diciptakan oleh tangan manusia, tetapi Mages memahami kebenaran dunia. Magecraft terdiri dari teknik-teknik dari manusia masa lalu yang tidak dapat dijelaskan oleh sains, sementara sains mencakup teknik-teknik manusia masa depan yang tidak dapat dicapai oleh Magecraft. Para peneliti dan cendekiawan dari Magecraft dan sains telah dikumpulkan untuk mempertahankan peradaban manusia di bawah Organisasi Keamanan Chaldea.

Tetapi perhitungan kemudian membuktikan kepunahan umat manusia pada tahun 2019. Penyebabnya adalah “alam yang tidak dapat diamati” yang tiba-tiba muncul di berbagai era sejarah, yang disebut “Singularitas.”

Ritsuka Fujimaru, satu-satunya Guru yang tersisa di Chaldea, telah campur tangan dalam Singularites ini, bersama Demi-Servant Mash Kyrielight. Dia telah menghadiri ritual terlarang untuk menyelesaikan atau menghancurkan Singularitas: “Grand Order”.

Singularitas ketujuh telah ditemukan — di Mesopotamia kuno pada tahun 2655 SM.

BACA JUGA :  Anime Pokèmon Terbaru Hadirkan Duo Ayah-Anak

Tanah Uruk, diperintah oleh Raja Gilgamesh yang bijaksana setelah kembali dari perjalanan mencari keabadian, agung dan makmur sampai tiga dewi dan Binatang Iblis yang tak terhitung jumlahnya muncul.

Musuh-musuh ini telah membawa Uruk ke tepi kehancuran. Dengan “Rayshift” —sebuah metode perjalanan waktu ke masa lalu — Fujimaru dan Mash tiba di tanah Uruk untuk bertemu dengan kota benteng Uruk dan Front Iblis Mutlak, melawan serangan menakutkan dari Binatang Iblis. Di sana, orang-orang yang menjalani kehidupan mereka sepenuhnya meskipun menghadapi ancaman besar, terus berjuang untuk masa depan mereka.

Dewa dan Binatang Iblis melakukan serangan, dan umat manusia menentangnya …

Ini adalah era yang ditakdirkan di mana manusia dan para dewa berpisah.

Sumber: Anime News Network

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×