Menu Tutup

Server Kualitas Udara BMKG Diretas

Kabar mengejutkan datang dari dalam negeri. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan dan Geofisika (BMKG) menyebut server yang menangani data kualitas udara PM10 diretas.

Dilansir dari CNN Indonesia dan detik INET, Selasa (15/10), peretasan ini menyebabkan tidak berfungsinya pengiriman otomatis data polutan PM10 di situs dan aplikasi BMKG.

“Informasi PM10 kita lagi trouble (bermasalah). Server kualitas udara kami di-hack (diretas), masih dalam penanganan,” tutur Siswanto, Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara.

Lebih lanjut, Siswanto menyebut peretasan ini menyebabkan Sistem pengiriman otomatis ke server masih mengalami gangguan.

Sehingga, pihak BMKG mesti mengunggah hasil pengukuran polutan secara manual dari UPT BMKG daerah. Selain itu, BMKG pun mesti melakukan instalasi ulang server ini.

“Masih dalam penanganan komunikasi dari alat ke server pusat. Tindakan saat ini server masih proses instalasi ulang. Informasi KU tetap dapat dilayankan kepada masyarakat melalui website dan apps infobmkg dengan mengandalkan pengiriman data hasil input manual di UPT BMKG daerah (tempat alat terpasang),” lanjutnya.

Namun, BMKG tidak berkomentar ketika ditanya sejak kapan peretasan dilakukan.

BACA JUGA :  Belum Setahun, Google Siapkan Android 11

“Jadi itu ya server BMKG lainnya tidak ada masalah, hanya server kualitas udara saja. Estimasi pulih Insya Allah nggak lama. Sedang nunggu proses instalasi ulang rampung. Begitulah server berbasis Windows cukup risky di-hack, sedang memikirkan berganti system OS atau Linux,” tambahnya.

Jika pengguna mengunjungi situs BMKG, akan muncul tulisan “Informasi Konsentrasi Partikulat (PM10) saat ini dalam proses pemutakhiran sistem”.

Situs ini memberi informasi Partikulat (PM10) menggunakan alat BMKG yang ada di daerah. PM10 adalah Partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer).

BACA JUGA :  Larry Tesler, Penemu Cut, Copy dan Paste Wafat

Dalam situs tertulis, jika konsentrasi PM10 berada pada rentang 0-150 mikrogram per meter kubik tergolong kualitas baik. Konsentrat antara 51-150 mikrogram tergolong sedang, 151-350 mikrogram tidak sehat, sementara 351-420 mikrogram per meter kubik termasuk berbahaya.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×