Menu Tutup

Telkom Diimbau Tetap Blokir Netflix karena Dianggap ‘Belum Patuh’

Pasca rencana Telkom untuk membuka blokir layanan Netflix, hingga kini belum ada titik temunya. Pengamat telekomunikasi Nonot Harsono mengatakan, pemblokiran Telkom terhadap Netflix harus tetap dilanjutkan.

Dilansir dari detikcom, beberapa kesempatan terakhir, perusahaan BUMN ini mengakui bahwa mereka dalam proses pembicaraan dengan layanan VOD asal AS tersebut. Akan tetapi, Telkom memberi sinyal agar Netflix terlebih dahulu mematuhi peraturan yang berlaku, terutama soal takedown konten untuk menjamin kenyamanan pelanggan.

“Dukung Telkom memblokir aplikasi atau layanan Over The Top yang mau ambil untung dari wilayah Indonesia tanpa mau bagi hasil, berupa pajak dan PNBP,” ujar Nonot, Kamis (18/6/2020).

Sementara itu, Ditjen Pajak bakal menarik PPN sebanyak 10% kepada para pelanggan Netflix hingga Spotify. Aturan ini juga berlaku untuk perusahaan digital lainnya.

BACA JUGA :  Update OS Pixel 2 Series Dipastikan Berhenti di Android 11

“Dukung Telkom untuk memperlakukan semua platform atau aplikasi global sebagai network users, maka Telkom akan semakin besar dan Indonesia akan dihormati oleh negara lain,” ungkap Nonot.

Mantan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) ini mengungkapkan, pemblokiran ini tidak akan merugikan perusahaan tersebut.

“Justru menaikkan posisi tawar Telkom. Tidak sekadar dilewatin trafik besar Netflix tanpa bayar dan nambang duit dari wilayah Indonesia. Sementara negara pusing mikirin APBN yang defisit,” jelasnya.

Telkom juga diimbau untuk mengembangkan platform serupa Netflix yang menurut Nonot, bisa dilakukan secara bertahap.

Sebagai informasi, Telkom blokir akses Netflix di seluruh jaringan Telkom Group, sejak ekspansinya ke Indonesia pada awal 2016 hingga sekarang.

BACA JUGA :  Microsoft Konfirmasi Rencana Akuisisi TikTok

Namun, awal Juni 2020 kemarin, Telkom berencana segera membuka blokir layanan tersebut dalam ‘beberapa minggu’. Namun Telkom meminta agar Netflix dapat memenuhi syarat yang telah ditentukan sebelum akses dapat dibuka kembali.

Pemblokiran layanan tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat untuk mempetisi Telkom melalui change.org.

Kembali ke Atas

BACA JUGA

Yuk, Berkomentar!

×