Diancam Google, Aplikasi YouTube Vanced Dipaksa Tutup

Teknologi 15 Mar 2022

Mungkin hampir tidak ada satupun yang tidak menonton platfrom online video sharing milik Google - YouTube. Nah, bagi kalian yang sering menonton video di YouTube tentu familiar dengan kemunculan iklan sebelum video diputar atau ditengah-tengah video berlangsung.

Bagi beberapa orang, keberadaan iklan sudah seperti 'hama' yang sangat mengganggu pengalaman di YouTube. Tidak semua orang mau menonton dua iklan sekaligus yang tidak bisa di-skip maupun iklan yang muncul secara tiba-tiba karena jelas sangat 'merusak'

Solusinya? Membayar biaya langganan YouTube premium yang belum tentu orang mau membayar biaya langganan setiap bulan. Untungnya 'Banyak Jalan Menuju Roma' terutama jika kalian pengguna Android karena keberadaan aplikasi pihak ketiga - YouTube Vanced.

Sayangnya, Google pun 'berang' dengan keberadaan aplikasi ini sampai YouTube Vanced pun akan ditutup, bagaimana bisa? Yuk kita simak.

Dikirim 'Surat Cinta' oleh Google

Seperti yang dilansir dari The Verge (13/03/2022), developer dari YouTube Vanced mengumumkan penghentian proyek dari aplikasi third-party tersebut setelah mendapat ancaman dari Google. Segala layanan akan dihentikan dan tautan unduhan akan dihapus, namun aplikasi sendiri akan tetap berjalan bagi yang sudah mengintstal aplikasi YouTube Vanced di Android setidaknya selama dua tahun kedepan.

Google baru-baru ini mengirimkan surat cease and desist kepada developer YouTube Vanced untuk menghentikan peredaran aplikasi YouTube Vanced agar tidak dituntut ke ranah hukum.

"Vanced telah dihentikan. Dalam beberapa hari mendatang, tautan unduhan di situs web akan dihapus. Kami tahu ini bukan sesuatu yang ingin Anda dengar, tetapi ini adalah sesuatu yang perlu kami lakukan. Terima kasih semua untuk mendukung kami selama bertahun-tahun."
"Versi sekarang akan tetap berjalan seperti biasa, sampai outdated dalam waktu kira-kira 2 tahun."

YouTube Vanced tergolong populer karena memungkinkan untuk memblokir iklan di layanan YouTube tanpa perlu berlangganan YouTube Premium, selain itu aplikasi ini juga menghadirkan kostumisasi yang tidak tersedia di YouTube versi resmi.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Google mengincar aplikasi third-party yang mengakses YouTube. Sebelumnya Google juga memaksa dua bot musik, yakni Rhythm dan Groovy untuk menutup layanannya sebelum melakukan uji coba integrasi YouTube ke Discord

Tag

Dio Puja Altha

Seorang penulis yang selalu kebelet menulis melawan tangan saya yang gatel mengetik di keyboard (๑>◡<๑). Memutuskan untuk terjun ke "Lubang Kelinci" demi mengubah sifat introvert saya (^^;)