Menu Tutup

Fokus: JKT48 Masuki Masa Kritis, Pertanda Bubar atau Bangkit?

JKT48

Hai, MedForians!
Pada rubrik fokus kali ini, redaksi akan memberitakan terkait perkembangan dari grup idola JKT48. JKT48 sebagai salah satu sister group dari AKB48 pertama yang hadir di Asia Tenggara. Namun, sejak berdiri tahun 2011, grup yang terkenal dengan album Heavy Rotation sejak beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan popularitas. Ditambah banyaknya anggota pentolan grup yang graduate (lulus ataupun mengundurkan diri), membuatnya masuk ke dalam kritis. Berikut opini kami terkait kondisi JKT48 saat ini.

JKT48 Masuki Masa Kritis

Salah satu anggota JKT48, Cindy Yuvia sempat mengutarakan bahwa JKT48 telah memasuki masa kritis. Member yang biasa dikenal dengan Yupi ini berbicara di atas panggung ketika memenangi Senbatsu JKT48 (#JKT48 Pemilihan 2018). Yupi pun juga mengingatkan, kritisnya JKT48 lantaran sudah banyak penggemar yang meninggalkan mereka. Oleh sebab itu, ia mengharapkan penggemar untuk kembali mendukung JKT48 lagi. Berikut pernyataan selengkapnya :

Pernyataannya sendiri sempat membuat para fans terkejut. Meskipun begitu, ia memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak bermaksud berpikiran negatif dan berusaha menenangkan fansnya.

Namun, jika melihat pernyataan darinya, redaksi memberikan sedikit analisa terkait perkembangan JKT48 saat ini. Yupi ketika memenangi senbatsu kali ini memperoleh 68.031 suara, jauh meninggalkan saingan terberatnya, Shani Indira Natio dari Tim KIII (47.654 suara) atau nyaris 20 ribu suara lebih (Sumber, Jawapos). Melihat dari jumlah suara, tentu ini lebih banyak dibandingkan perolehan pemilihan tahun lalu, dimana Shani Indira Natio (Tim KIII) memperoleh 47.717 suara, cukup ketat kalau dibandingkan dengan perolehan suara dari Ayana Shahab (Tim KIII) sebanyak 44.034 suara (Detik.com). Namun, situasi tahun lalu dan saat ini sangatlah berbeda jauh.

BACA JUGA :  Mercedes AMG GT3 dengan livery Racing Miku 2017 Hadir di Lifestyle Expo 2020

Banyak anggota grup graduate

Baru-baru ini, salah satu anggota grup yang graduate adalah Shania Junianatha. Tepat ketika Senbatsu JKT48 2018 akan berakhir, ia mengumumkan bahwa ia graduate (Liputan 6).

Shania Junianatha, atau kerap dipanggil Shanju, menambah panjang deretan para pentolan grup yang mundur.  Padahal, Shanju baru saja menggantikan Melody, yang memutuskan untuk graduate. Beberapa yang terkenal sebut saja Nabilah, Melody (menjadi General Manager JKT48), Kinal, dan Jessica Veranda. Mereka berlima juga merupakan anggota generasi pertama sejak JKT48 lahir di tahun 2011, dan terkenal karena album Heavy Rotation dan single River. Para anggota ini juga menjadi primadona karena cukup banyak mendulang suara di tiap Pemilihan JKT48 setiap tahunnya. Popularitas anggota yang saat ini ada hampir tidak setara dengan karisma mereka berlima. Ini juga sebagai tantangan bagi anggota lain JKT48 untuk bisa melebihi kesuksesan mereka berlima ini.

JKT48
Shania Junianatha Graduate

Terlambat Mengeluarkan Lagu Original

Salah satu hal lain yang membuat para fans jenuh dan mulai meninggalkan JKT48 adalah JKT48 masih meng-cover lagu-lagu dari sister grup AKB48 maupun 48 Grup lainnya. Tujuh tahun berselang, barulah JKT48 mendapatkan lagu original pertamanya berjudul “Lantang“. Lagu ini dinyanyikan oleh sub unit JKT48 Accoustic yang beranggotakan Fransisca Saraswati Puspa Dewi (Sisca), Nadila Cindi Wantari (Nadila), Ni Made Ayu Vani Aurellia (Aurel) dan Rona Anggreani (Rona).

Diharapkan, dengan adanya lagu ini, JKT48 bisa menggarap lagu-lagu original lainnya.

Perubahan Konsep Pemasaran

Sejak General Manager JKT48 dipegang oleh Melody, cukup banyak gebrakan yang dilakukannya untuk mengembangkan grup idola ini. Dengan program baru JKT48 RE:BOOST, konsep lama “Idol you can meet”, diubah menjadi “Idol Will Come To Meet You” dimana JKT48 akan datang menjumpai fans-fans di berbagai daerah. (Sumber : Cadaazz )

BACA JUGA :  Yoshitoshi Shinomiya Kembali Menyutradarai Iklan Kedua Pocari Sweat Bintang SMA
JKT48
Melody General Manager JKT48

Program pendukung lainnya adalah Circus Project yaitu program dimana JKT48 keliling indonesia menyambangi fans-fans dengan berbagai event seperti handshake event, mini live, twoshoot, dan live c seperti basket, biliard, boling dan lain lain. Selain itu JKT 48 juga akan menyambangi sekolah-sekolah dimana JKT48 akan ikutan pensi sekolah, pelajaran atau membuat video promosi sekolah atau bahkan suprise live dimana friendstar bisa menikmatinya.

Selain itu JKT48 telah mendirikan JKT48 Academy dimana para member diasah kemampuannya baik dance, menyanyi dan juga berbagai ilmu untuk menjadi idola. Di Academy ini akan dibagi 2 kelas yaitu kelas A dan B. Kelas B adalah member yang masih terus berlatih meningkatkan kemampuan untuk naik ke kelas A. Sedangkan Kelas A diisi member yang sudah bisa manggung atau perform baik off air atau on air menggantikan member yang berhalangan. Para fans juga dilibatkan dalam pemilihan member kelas A yang akan masuk team, jadi keputusan perpindahan member tidak murni keputusan manajemen.

Penutup

Perubahan besar yang ditandai banyaknya anggota yang mundur, ditambah perbaikan-perbaikan yang sedang dilakukan JKT48, membuat grup idola ini perlahan namun pasti berusaha mendapatkan popularitasnya lagi di mata fans. Semoga ini menjadi perhatian khusus, baik bagi fans yang ingin kembali mendukung JKT48, ataupun manajemen JKT48 ke depannya.

Kembali ke Atas

MedForians Wajib Baca Ini!

×